Pokemon Unite Indonesia Raih Perak, Lampaui Target Asian Games
Tim Pokemon Unite Indonesia meraih medali perak Asian Games setelah melampaui target awal perunggu dan menembus partai final.
Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Perubahan cara remaja menghadapi masalah pribadi mulai terlihat jelas di Jepang. Survei terbaru menunjukkan lebih dari separuh remaja putri kini menjadikan kecerdasan buatan sebagai tempat mencari saran.
Temuan ini diungkap dalam laporan yang dikutip Kyodo News berdasarkan survei pemerintah Jepang yang melibatkan ribuan pengguna teknologi digital lintas usia.
Remaja Putri Jadi Pengguna Paling Aktif
Survei yang dilakukan oleh panel konsumen Kantor Kabinet Jepang menunjukkan 52,4 persen remaja putri menggunakan AI generatif untuk berkonsultasi mengenai masalah pribadi.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kelompok usia dan gender lain. Fenomena ini menegaskan peran teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan emosional generasi muda.
Perempuan Dewasa Juga Mulai Mengikuti
Selain remaja, lebih dari 30 persen perempuan berusia 20 hingga 40 tahun juga memanfaatkan AI untuk mencari solusi atas persoalan pribadi.
Sementara itu, penggunaan AI untuk konsultasi di kalangan laki-laki tercatat lebih rendah, yakni di bawah 30 persen di semua kelompok usia.
Pengguna laki-laki tertinggi berada pada kelompok usia 30-an dengan angka 29,1 persen.
Survei Libatkan Berbagai Kelompok Usia
Survei daring ini dilakukan pada Februari dengan melibatkan 1.442 pengguna AI generatif, mulai dari remaja hingga kelompok usia 70 tahun ke atas.
Hasilnya memberikan gambaran luas tentang bagaimana teknologi ini digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk untuk kebutuhan non-teknis seperti dukungan emosional.
Pencarian Informasi Masih Jadi Tujuan Utama
Secara umum, penggunaan AI masih didominasi untuk pencarian informasi dan riset, yang dipilih oleh 76,4 persen responden.
Selain itu, 33,9 persen menggunakan AI untuk penulisan dan penyuntingan teks, sementara 23,3 persen menggunakannya untuk konsultasi masalah pribadi.
Namun, khusus di kalangan remaja putri, konsultasi masalah pribadi menempati posisi kedua sebagai alasan penggunaan AI.
Tingkat Kepercayaan terhadap AI Cukup Tinggi
Survei juga menemukan 38,6 persen responden merasa cukup atau sangat percaya terhadap saran AI dalam hal hubungan personal dan interaksi sosial.
Kepercayaan ini bahkan lebih tinggi di kalangan remaja putri, mencapai 63,1 persen, menunjukkan adanya kedekatan emosional antara pengguna muda dan teknologi.
AI Dinilai Bantu Kurangi Kesepian
Sejumlah responden mengaku AI membantu mempercepat pencarian informasi dan menghemat waktu dalam aktivitas sehari-hari.
Sekitar 10 persen responden juga menyatakan bahwa penggunaan AI dapat membantu mengurangi rasa kesepian, terutama di kalangan pengguna muda.
Risiko Ketergantungan Mulai Terlihat
Meski mayoritas responden tidak melihat dampak negatif yang signifikan, sebagian mengaku mulai terlalu bergantung pada AI.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengurangi kebiasaan berpikir mandiri dan kemampuan menganalisis secara kritis jika digunakan secara berlebihan.
Fenomena ini menjadi sinyal bahwa teknologi tidak hanya mengubah cara manusia bekerja, tetapi juga cara mereka mencari dukungan emosional di tengah kehidupan modern.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tim Pokemon Unite Indonesia meraih medali perak Asian Games setelah melampaui target awal perunggu dan menembus partai final.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut aturan impor KRL merupakan kewenangan Kemendag dan KAI belum mengajukan usulan resmi.
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.