Mensos Laporkan Bansos dan Sekolah Rakyat ke Prabowo
Mensos Saifullah Yusuf melaporkan perkembangan bansos tepat sasaran, pemutakhiran data, dan Sekolah Rakyat kepada Presiden Prabowo.
Gee Batik hadir dalam gelaran hari ketiga Jogja Fashion Show 2024, Sabtu (24/8/2024). - Harian Jogja/Galih Eko Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA—UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya takbenda dunia pada 2 Oktober 2009. Tahun ini, peringatan Hari Batik Nasional 2025 yang jatuh pada Kamis, 2 Oktober, menjadi momen istimewa untuk kembali menumbuhkan rasa bangga menggunakan batik.
Batik bukan hanya kain bermotif indah, melainkan warisan budaya yang mencerminkan identitas dan jati diri bangsa Indonesia. Setiap helai batik menyimpan sejarah panjang, nilai filosofi, hingga simbol persatuan dalam keberagaman.
BACA JUGA: Refleksi Satu Dekade Jogja Kota Batik Dunia
Dengan mengenakan batik, kita tidak sekadar berbusana, tetapi juga ikut menjaga tradisi, menghargai karya perajin, sekaligus memperkuat identitas bangsa di mata dunia. Inilah sejumlah alasan mengapa kita patut berbangga hati mengenakan batik, terutama dalam momentum Hari Batik Nasional.
Berikut adalah sejumlah alasannya mengapa kita harus bangga menggunakan batik, berdasarkan informasi yang telah dihimpun dari berbagai sumber.
Dengan membeli sekaligus mengenakan batik, berarti Anda telah berkontribusi nyata bagi keberlangsungan industri lokal maupun UMKM di Indonesia. Pakaian tradisional ini merupakan aset ekonomi yang sangat berharga dan sudah sepatutnya mendapat dukungan. Melalui pilihan Anda mengenakan batik, secara tidak langsung Anda ikut menjaga kelestarian-nya serta mendukung para pekerja lokal, perajin, hingga pelaku usaha kecil di tanah air.
Mengenakan batik mencerminkan identitas nasional yang kokoh, apalagi setelah diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda Manusia. Dengan memakainya, Anda berarti turut menghormati warisan budaya Indonesia yang luar biasa sekaligus mengapresiasi seni serta tradisi yang menjadi bagian dari kebudayaan bangsa. Oleh karena itu, tak ada alasan untuk tidak bangga dan percaya diri saat mengenakan batik.
Mengenakan batik adalah salah satu bentuk cinta sekaligus cara indah untuk merayakan budaya bangsa. Batik sendiri merupakan seni tekstil tradisional yang telah hadir sejak ratusan tahun lalu. Setiap motif dan polanya sarat makna, merefleksikan ragam tradisi, cerita, serta sejarah panjang Indonesia.
Batik memiliki pesona estetik yang khas dan tidak ada duanya. Motif yang rumit berpadu dengan warna-warna yang hidup menciptakan karya seni penuh keunikan. Saat Anda mengenakan batik, itu bukan sekadar berpakaian, tetapi juga wujud ekspresi diri serta penghargaan terhadap kreativitas para seniman bangsa.
Di antara sekian banyak kain tradisional khas Nusantara seperti tenun maupun ikat, batik memiliki kedudukan khusus sebagai kain nasional. Hampir setiap daerah dari Sabang sampai Merauke menghadirkan corak batik dengan ciri khasnya masing-masing.
Batik menjadi pemersatu bangsa karena hadir sebagai identitas nasional yang mampu menyatukan keberagaman budaya Indonesia. Ia merepresentasikan simbol kebersamaan tanpa membedakan lapisan sosial, sekaligus mencerminkan semangat persatuan dalam perbedaan, sebagaimana nilai yang terkandung dalam sila ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia.
Batik hadir dengan beragam motif dan warna yang dapat Anda pilih sesuai karakter pribadi. Dengan begitu, pilihan batik yang Anda kenakan bisa menjadi ciri khas tersendiri yang merepresentasikan kepribadian Anda.
Kini batik tidak hanya digunakan dalam bentuk pakaian tradisional, melainkan juga telah diolah menjadi busana modern tanpa kehilangan nilai budayanya. Peran para desainer lokal yang terus berinovasi menjadikan batik tampil elegan, berbeda, sekaligus relevan dengan tren masa kini.
Saat Anda mengenakan batik, secara tidak langsung Anda juga ikut mempromosikan warisan budaya ini ke mancanegara. Apalagi jika dipakai ketika berkunjung ke destinasi wisata yang ramai turis, tentu akan menarik perhatian mereka untuk mengenal lebih jauh batik sebagai busana khas Indonesia.
Dengan demikian, mengenakan batik bukan hanya sekadar pilihan gaya, tetapi juga bentuk nyata dalam melestarikan warisan budaya, memperkuat identitas nasional, sekaligus menjadi kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mensos Saifullah Yusuf melaporkan perkembangan bansos tepat sasaran, pemutakhiran data, dan Sekolah Rakyat kepada Presiden Prabowo.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.