Korupsi Migas, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Divonis 6 Tahun
Eks Dirut Pertamina Patra Niaga divonis 6 tahun penjara dalam kasus korupsi migas Rp25 triliun. Simak fakta lengkapnya di sini.
Bayi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Bayi sering menangis karena beragam penyebab. Dokter anak menyarankan ibu menggunakan insting alami untuk memahami arti tangisan buah hati.
“Jadi tangisan masih normal, tapi kita sebagai orang tua boleh menggunakan insting kita sebagai seorang ibu. Gimana nih, apa ya maksudnya dia. Tangisan ini artinya berbeda tangisan ini artinya berbeda. Jadi kita sebagai seorang ibu itu bisa mulai memahami tangisan anak saya seperti apa,” kata dokter spesialis anak lulusan Universitas Indonesia dr. Dimple Nagrani, Sp, Kamis (25/9/2025).
Ia menjelaskan bahwa beberapa anak menangis bisa jadi karena mendapatkan stimulasi berlebih dari lingkungan, kondisi tertentu seperti kembung hingga iritasi kulit.
“Dia tidak nyaman, atau contohnya terlalu dingin atau merasakan gatal. Bayangkan bayi kita kalau merasakan gatal, dia tidak bisa garuk gitu kan, jadi pasti dia akan rewel karena dia minta disentuh. Dengan sentuhan tersebut dia pasti lebih tenang,” katanya.
Kondisi lain yakni bila bayi kerap menangis, bisa jadi karena kembung. Untuk kondisi ini dia pun menyarankan agar orang tua dapat menggendong anak dan membantu sendawa dengan menggendong dalam posisi tegak dan menepuk pelan-pelan atau mengusap punggung bayi.
BACA JUGA: Kasus Keracunan Meluas, BGN Tutup SPPG Melanggar SOP
Dimple juga menegaskan bayi selama sembilan bulan ada di dalam kandungan mendapatkan kondisi yang hangat dengan suasana yang gelap dan serasa seperti dipeluk.
Namun kondisi yang hangat dan nyaman ini berubah seiring anak lahir ke dunia yang memiliki banyak stimulasi seperti suara atau berisik, suhu udara yang berbeda dengan di kandungan hingga kondisi lain yang menyebabkan ketidaknyamanan.
Hal tersebut yang membuat anak menyesuaikan diri dengan kondisi dunia dan bisa terdapat hal-hal yang tak nyaman, anak pun kerap menangis untuk menyampaikan apa yang dirasakan kepada orang tua, terutama ibu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Eks Dirut Pertamina Patra Niaga divonis 6 tahun penjara dalam kasus korupsi migas Rp25 triliun. Simak fakta lengkapnya di sini.
Bermain game berlebihan dapat memicu gangguan tidur, mata lelah, hingga masalah kesehatan mental. Berikut 13 dampaknya.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.