Beasiswa Santri Baznas 2026 Dibuka untuk 2.500 Santri Dhuafa
Beasiswa Santri Baznas 2026 dibuka untuk 2.500 santri dhuafa berprestasi. Setiap penerima mendapat bantuan Rp4 juta dan pembinaan.
Ilustrasi pneumonia pada anak. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Anak-anak, terutama yang berusia balita, lebih rentan mengalami pneumonia karena sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang secara optimal. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali gejala pneumonia sejak dini agar bisa segera mencari bantuan medis yang tepat.
Berikut ini adalah beberapa gejala umum pneumonia pada anak yang harus diwaspadai:
Anak yang mengalami pneumonia sering kali mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh. Batuk bisa bersifat kering atau berdahak, tergantung pada jenis infeksi yang menyebabkan pneumonia.
Pneumonia sering kali disertai demam tinggi di atas 38°C yang berlangsung selama beberapa hari. Anak juga dapat mengalami menggigil karena tubuh berusaha melawan infeksi.
Salah satu tanda khas pneumonia adalah napas cepat atau kesulitan bernapas. Anak mungkin tampak terengah-engah, terutama saat beraktivitas atau bahkan saat beristirahat.
Infeksi di paru-paru dapat menyebabkan nyeri dada, terutama saat anak menarik napas dalam atau batuk. Jika anak mengeluhkan sakit dada, segera periksakan ke dokter.
Pneumonia dapat membuat anak merasa sangat lemah, lesu, dan kehilangan minat untuk makan atau minum. Kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi dan memperburuk kondisi kesehatan anak.
Beberapa anak yang mengalami pneumonia mungkin menunjukkan gejala tambahan seperti muntah atau nyeri di area perut akibat batuk yang berkepanjangan atau infeksi yang menyebar.
BACA JUGA: Jenazah Paus Fransiskus Dipindahkan ke Basilika Santo Petrus untuk Disemayamkan
Kapan harus ke dokter?
Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala napas sangat cepat atau sesak napas,
demam tinggi yang tidak kunjung turun, bibir atau kuku tampak kebiruan (tanda kekurangan oksigen) dan anak tampak sangat lemah, sulit bangun, atau kehilangan kesadaran.
Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius akibat pneumonia, seperti kerusakan paru-paru atau gagal napas.
Mengenali gejala pneumonia pada anak sejak dini sangat penting agar penanganan medis dapat dilakukan secepat mungkin. Jika anak menunjukkan tanda-tanda seperti batuk yang berlangsung lama, napas cepat, atau demam tinggi, segera konsultasikan dengan tenaga medis. Dengan kewaspadaan dan respons cepat, anak dapat segera mendapatkan perawatan yang dibutuhkan untuk mencegah komplikasi yang lebih parah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Beasiswa Santri Baznas 2026 dibuka untuk 2.500 santri dhuafa berprestasi. Setiap penerima mendapat bantuan Rp4 juta dan pembinaan.
Budi Gunadi Sadikin mengungkap alasan maju sebagai calon Dirjen WHO atas amanah Presiden Prabowo Subianto. Ini tahapan pemilihannya.
Ondrej Rudzan membidik starting XI PSIM Jogja. Bek Republik Ceko itu siap bermain di posisi apa pun demi membantu tim meraih kemenangan.
DPRD DIY menyoroti kesiapan SAR menghadapi bencana. Basarnas Jogja memiliki 117 personel dan belum punya alut untuk operasi SAR di tengah laut.
TelkomGroup Prioritaskan Stabilitas Jaringan Selama Fase Normalisasi Pascabencana
Kemenkes mengirim ratusan ribu masker dan oksigen untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat asap karhutla yang berdampak pada 7 provinsi.