Jejak Romusha Pekanbaru Dikenang, Keluarga Korban dari Belanda Datang
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Ilustrasi minum air dalam kemasan./Ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Meski terlihat sama secara kasat mata, air mineral dan demineral memiliki kandungan, fungsi, dan manfaat yang berbeda. Bahkan, jenis air yang Anda konsumsi bisa berdampak pada kesehatan tubuh Anda dalam jangka panjang.
Untuk itu, penting memahami perbedaan keduanya sebelum memilih mana yang paling sesuai untuk kebutuhan harian atau kondisi kesehatan Anda.
Apa itu Air Mineral?
Dilansir dari thespruceeats.com, Senin (21/4/2025) Air mineral berasal dari mata air yang dikenal karena kandungan mineralnya yang beragam, seperti garam dan senyawa belerang. Air mineral bisa berbentuk tidak berkarbonasi (tenang) atau berkarbonasi (mengandung gelembung, juga dikenal sebagai sparkling).
Berdasarkan definisi dan peraturan FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat), air mineral harus mengandung setidaknya 250 bagian per juta (ppm) "total zat terlarut" yang berasal dari sumber air bawah tanah yang terlindungi.
Apa itu Air Demineral?
Dilansir dari atlas-scientific.com, air demineral adalah air yang telah diproses untuk menghilangkan sebagian besar kandungan mineralnya melalui metode seperti distilasi, deionisasi, osmosis balik, elektrodialisis, atau teknologi pemurnian air lainnya.
Meskipun air demineralisasi sangat dibutuhkan dalam berbagai aplikasi industri dan komersial, air ini umumnya tidak dikonsumsi sebagai air minum karena hampir semua kotoran termasuk mineral sudah dihilangkan.
BACA JUGA: Ini Hal-Hal yang Bikin Masyarakat Kelas Menengah Susah Jadi Orang Kaya
Perbedaan Air Mineral dan Demineral
Simak perbedaan antara air mineral dan air demineral, dilansir dari pdaminfo.pdampintar.id:
Air mineral memiliki kandungan mineral yang lebih banyak dibandingkan air demineral. Air mineral mengandung berbagai mineral penting seperti magnesium, kalium, kalsium, zat besi, hingga seng. Sementara itu, air demineral hampir tidak mengandung mineral sama sekali.
Air demineral banyak digunakan dalam industri, termasuk industri kecantikan, karena sifatnya yang murni dan tidak mengandung zat tambahan yang dapat mengganggu proses produksi.
Air demineral cenderung hambar karena tidak memiliki kandungan ion atau mineral. Sebaliknya, air mineral—terutama yang mengandung kalsium tinggi—dapat memiliki rasa pahit atau sedikit asam.
Air mineral biasanya memberikan sensasi rasa yang lebih segar dan memiliki ciri khas tertentu karena kandungan nutrisinya. Teksturnya juga cenderung lebih "berat" dibandingkan air demineral, akibat tingginya kandungan mineral.
Air mineral bermanfaat bagi kesehatan tubuh karena mengandung senyawa penting yang dibutuhkan untuk menjaga daya tahan dan fungsi tubuh. Sedangkan air demineral, karena rendah atau bahkan tanpa kandungan mineral, tidak memberikan manfaat nutrisi yang sama.
Lalu, Mana yang Lebih Baik: Air Mineral atau Air Demineral?
Keduanya memiliki peran penting bagi kesehatan tubuh, tergantung pada kebutuhan dan kondisi masing-masing individu.
Menurut Dr. Charles Mayo dari Mayo Clinic, mineral anorganik dalam air bisa menjadi penyebab berbagai penyakit. Mineral anorganik ini berpotensi keluar dari dinding usus dan masuk ke dalam sistem limfatik, lalu menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.
Padahal, tubuh manusia sebenarnya lebih membutuhkan mineral organik yang bisa diperoleh dari makanan seperti sayur, buah, dan daging. Mineral anorganik dalam air biasa dianggap kurang dibutuhkan oleh tubuh.
Namun, di sisi lain, laporan dari World Health Organization (WHO) yang berjudul Nutrients in Drinking Water menyebutkan bahwa mengonsumsi air demineral, terutama yang tidak mengandung cukup kalsium atau magnesium dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, seperti penyakit kardiovaskular, preeklampsia, dan kelahiran prematur.
Meskipun demikian, temuan tersebut tidak dapat dijadikan satu-satunya acuan. Dalam beberapa kasus, individu dengan kondisi medis tertentu justru dianjurkan untuk mengonsumsi air demineral guna menunjang kesehatannya.
Pilihan antara air mineral dan demineral sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang. Konsultasi dengan tenaga medis atau ahli gizi dapat membantu menentukan pilihan yang paling tepat untuk mendukung kesehatan Anda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.