Keracunan MBG Meluas, 170 Pelajar Jombang-Nganjuk Terdampak
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
Produk olahan. - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Makanan beku sebetulnya dapat menjadi solusi praktis tanpa mengorbankan kualitas gizi.
Dengan berbagai pilihan seperti daging olahan, sayuran beku, hingga makanan siap saji yang bisa langsung dipanaskan, makanan beku memungkinkan keluarga menikmati hidangan lezat dan bergizi dengan waktu persiapan yang lebih singkat.
Tren permintaan makanan beku di Indonesia juga meningkat dari tahun ke tahun. Menurut Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), Nilai pasar makanan beku di Tanah Air sudah tembus lebih dari Rp200 triliun selama tahun 2024.
Pertumbuhan nilai pasar makanan beku yang terus meningkat ini mencerminkan pola hidup masyarakat modern yang membutuhkan solusi yang cepat dan praktis.
Selain praktis, frozen food juga dapat menjadi pilihan sehat jika dipilih dengan cermat. Kandungan gizi dalam makanan beku bahkan dapat dikatakan lebih baik dibandingkan makanan segar yang disimpan terlalu lama.
Hal itu dikarenakan makanan beku biasanya dipetik pada tingkat kematangan puncak dan jika segera dibekukan, kandungan gizinya dapat setara dengan makanan segar.
Menurut dokter spesialis gizi klinis Luciana B. Sutanto Untuk memastikan kualitasnya, penting untuk memperhatikan label komposisi, batas penyimpanan, serta prosedur pencairannya.
BACA JUGA: Putus Sekolah Formal, Dua Ribu Anak di Kulonprogo Tak Rampung Pendidikan Dasar 9 Tahun
Agar tetap aman dikonsumsi, makanan beku harus disimpan dengan baik dan tidak melebihi batas penyimpanan yang disarankan.
"Makanan beku dapat bertahan antara 1 hingga 12 bulan, tergantung pada jenis serta proses pembuatannya," katanya, Kamis (13/3/2024).
Oleh karena itu, menurutnya produsen yang bertanggung jawab akan mencantumkan informasi mengenai fakta gizi dan komposisi produk.
"Untuk memastikan keamanan dan kandungan nutrisi makanan yang dikonsumsi, pilihlah produk dengan bahan utama berkualitas dan minim tambahan seperti perasa buatan, pewarna, atau pengawet sintetis yang berlebihan," katanya.
Selain itu, makanan beku yang telah dicairkan sebaiknya tidak disimpan ulang lebih dari empat hari untuk menjaga kualitas dan keamanannya. Dengan memperhatikan cara penyimpanan yang tepat, makanan beku dapat menjadi alternatif yang sehat dan praktis untuk sahur dan berbuka selama bulan Ramadan.
Sementara itu, Direktur Utama Tiki Yulina Hastuti menilai agar kualitas frozen food tetap terjaga selama pengiriman, penting bagi penjual untuk menggunakan kemasan yang mampu mempertahankan suhu dingin secara optimal.
Penggunaan bahan isolasi seperti styrofoam, thermal bag, serta tambahan ice gel atau dry ice sangat disarankan untuk mencegah pencairan selama perjalanan.
Selain itu, pengemasan dalam wadah kedap udara dan aman juga membantu menghindari risiko kontaminasi, memastikan produk sampai ke pelanggan dalam kondisi terbaik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
PISA 2025 menempatkan Singapura teratas di ASEAN. Indonesia berada di posisi keenam berdasarkan skor sains. Cek skor lengkapnya.
Persijap Jepara vs Borneo FC pada pekan kedua Super League 2026/27. Simak kondisi kedua tim dan prediksi pertandingannya.
DPRD Kulonprogo meminta hasil panen petani lokal diprioritaskan untuk memenuhi cadangan pangan daerah.
Muse kehilangan nama akun @muse di Instagram dan X setelah Meta memakai nama tersebut untuk agen AI baru. Bagaimana akun itu berpindah?