Prediksi Cuaca BMKG: Mayoritas Kota Besar Berpotensi Diguyur Hujan
BMKG memprakirakan mayoritas kota besar di Indonesia berpotensi hujan pada Senin 25 Mei 2026, mulai hujan ringan hingga petir.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Sakit kepala migrain dan vertigo sering kali disalahartikan, padahal keduanya memiliki keluhan yang berbeda. Demikian disampaikan dokter spesialis saraf lulusan Universitas Sam Ratulangi dr. Jeffry Foraldy Haryanto, Sp.N.
"Nah ini juga kadang-kadang kalau migrain dan vertigo disalahartikan oleh masyarakat, keluhannya sebenarnya migrain tapi disebutnya vertigo," kata dr Jeffry Foraldy Haryanto, Sp.N, dalam wawancara eksklusif bersama ANTARA di Tangerang, Banten, Kamis (6/2).
Dokter yang praktik di Rumah Sakit Hermina Bitung itu menjelaskan migrain merupakan sakit kepala yang dirasakan biasanya di sebelah kanan maupun kiri, namun juga bisa di bagian seluruhnya.
"Ini juga salah satu, bukan miskonsepsi ya, tapi seperti kepercayaan kolektif masyarakat. Oh kalau saya sakit kepala sebelah itu pasti migrain, padahal tidak selalu seperti itu. Memang kalau secara karakteristik migrain itu tidak pasti ya, biasanya dia nyeri kepalanya itu sebelah, bisa di sebelah kanan bisa di sebelah kiri, pindah-pindah juga bisa, sakit kepala semuanya juga bisa," ujar dia.
Menurut Jeffry kualitas dari sakit kepala migrain seperti berdenyut, kemudian bisa ada keluhan seperti mual, muntah, mata berkunang-kunang.
Dokter Jeffry menjelaskan terdapat beberapa jenis sakit kepala yang dari lokasinya bisa diperkirakan, seperti disebabkan sinusitis maupun infeksi telinga.
BACA JUGA: Mengenal Virus Langya Asal China, Bahaya dan Gejalanya
"Biasanya sakit kepalanya tuh di daerah-daerah yang ada sinusnya, contohnya di daerah hidung, pipi, atau misalnya kalau sakit kepala di daerah belakang kepala tepat belakang telinga, mungkin kita bisa curiga mungkin ini bisa jadi ada infeksi telinga," jelas dia.
Sedangkan vertigo, menurut Jeffry merupakan sebuah sensasi pusing, di mana sensasi pusingnya bisa seperti berputar, bergoyang atau tidak stabil.
Jeffry menjelaskan untuk vertigo sendiri terdapat dua tipe, yaitu sentral dan perifer tepi atau pinggir. Untuk vertigo tipe sentral disebabkan oleh masalah di dalam otak.
"Masalah di dalam otak, termasuk tumor, penyumbatan, atau infeksi itu kita bilang vertigo sentral," ujar dia.
Sedangkan vertigo perifer, menurut Jeffry merupakan yang paling umum, di mana disebabkan karena adanya masalah di organ keseimbangan atau vestibular.
"Vestibular itu di daerah telinga, jadi telinga kanan kirinya ada organ keseimbangan jadi kalau ada masalah di situ sensitif, penuaan atau pernah ada trauma kepala, kecelakaan. Bisa jadi overreaktif gitu ya, jadi biasanya gampang pusing, contohnya perubahan posisi kepala, jadi pusing, mual, muntah," jelasnya.
Lebih lanjut, dokter Jeffry mengatakan terdapat input keseimbangan dari sensasi, yaitu otot-otot di kaki dan tangan, serta mata.
"Jadi kalau mata tuh misalnya lihat gadget sudah lama lelah nah itu bisa jadi pusing, makanya inputnya ada gangguan," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG memprakirakan mayoritas kota besar di Indonesia berpotensi hujan pada Senin 25 Mei 2026, mulai hujan ringan hingga petir.
Penjualan sapi kurban asal Gunungkidul tembus 4.700 ekor jelang Iduladha 2026. Permintaan naik dibanding tahun lalu.
Sebanyak 28 orang tewas dan dua lainnya hilang akibat longsor tambang emas ilegal di Angola barat laut, termasuk 13 korban dari satu keluarga.
Bareskrim memastikan blackout di Sumatra bukan sabotase, melainkan dampak cuaca ekstrem yang merusak jaringan transmisi listrik di Jambi.
JAECOO telah mengirimkan 16.000 unit J5 EV ke konsumen Indonesia. SUV listrik ini dibanderol mulai Rp279,9 juta.
Daftar mobil listrik murah 2026 di Jogja mulai Rp100 jutaan, cocok untuk mobilitas harian dan hemat biaya BBM