Gelombang Panas Jerman Capai 41,3 Derajat, Rekor Baru Mengancam
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Ilustrasi Obesitas/bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA— Orang yang memiliki lingkar pinggang lebih besar berisiko kanker lebih tinggi, medkipun yang bersangkutan rutin berolahraga. Demikian menurut hasil Penelitian terbaru World Cancer Research Fund.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lingkar pinggang perempuan idealnya kurang dari 88 cm dan lingkar pinggang pria kurang dari 102 cm. WHO juga merekomendasikan 150 hingga 300 menit olahraga berintensitas sedang atau 75 hingga 150 menit olahraga berintensitas berat atau kombinasi keduanya secara setara dalam sepekan.
BACA JUGA: Deteksi Dini Kanker Payudara, Yuk Pahami Sinyal-sinyal dalam Tubuh
Menurut hasil penelitian, individu dengan ukuran lingkar pinggang yang tidak memenuhi standar WHO menghadapi peningkatan risiko kanker 11 persen bahkan jika mereka melakukan olahraga seperti yang direkomendasikan.
Namun, memiliki pinggang yang lebih ramping juga tidak sepenuhnya mengurangi risiko kanker.
Para peneliti mengamati peningkatan risiko kanker 4 persen di antara mereka yang tidak memenuhi pedoman lingkar pinggang WHO, bahkan jika pinggang mereka ramping.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang memiliki lingkar pinggang besar dan tidak aktif secara fisik menghadapi peningkatan risiko kanker hingga 15 persen.
Para peneliti menyampaikan pentingnya memenuhi rekomendasi WHO mengenai ukuran lingkar pinggang dan aktivitas fisik dalam upaya pencegahan kanker. "Memenuhi salah satu pedoman ini saja tidak cukup," kata para peneliti.
Profesor Michael Leitzmann selaku peneliti utama dalam riset tersebut menyampaikan bahwa temuan penelitian menyoroti pentingnya mengatasi beberapa faktor secara bersama.
"Menjaga ukuran pinggang yang direkomendasikan dan tetap aktif secara fisik sangat penting untuk pencegahan kanker," kata profesor dari Universitas Regensburg di Jerman itu sebagaimana dikutip dalam siaran Medical Daily pada Rabu (22/1/2025).
"Penelitian ini menegaskan pentingnya perubahan gaya hidup yang praktis dan dapat dicapai yang dapat memberikan dampak yang berarti pada kesehatan dari waktu ke waktu," ia menambahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.
Gelombang panas Inggris memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut. Met Office memperpanjang peringatan cuaca hingga Minggu.
Iran mengecam serangan Amerika Serikat dan menyebutnya melanggar Piagam PBB serta kesepakatan damai yang baru berlaku pada Juni 2026.