Lelang Aset Koruptor di BPA Fair Laris, Harley hingga BMW Terjual
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JAKARTA—Glaukoma adalah salah satu kondisi mata paling serius yang dapat menyebabkan penglihatan kabur dan akhirnya kebutaan jika tidak ditangani tepat waktu.
Berbeda dengan kondisi mata lainnya, glaukoma sering tidak menunjukkan gejala awal hingga sudah terlambat.
Dalam wawancara dengan HT Lifestyle, Dr. Nirati Srivastava, Konsultan Oftalmologi di Regency Hospital, Kanpur, menjelaskan bagaimana glaukoma memengaruhi mata.
“Glaukoma merusak saraf optik yang mengirimkan pesan visual dari mata ke otak. Kerusakan ini biasanya disebabkan oleh tekanan tinggi di dalam mata. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen dan, dalam kasus serius, kebutaan total. Glaukoma adalah penyebab ketiga paling umum dari kebutaan di India dan salah satu penyebab utama kebutaan permanen di seluruh dunia,” kata Dr. Nirati, dikutip dari The Hindustan Times, Jumat.
“Pada awalnya, glaukoma tidak menunjukkan tanda-tanda. Anda mungkin tidak merasakan ada yang salah hingga penyakit ini semakin parah,” lanjutnya.
BACA JUGA: Kenali Penyebab Mata Tegang, Bisa Sebabkan Sakit Kepala dan Leher
Berikut beberapa gejala awal yang perlu diperhatikan:
- Penglihatan kabur
- Kesulitan beradaptasi dengan cahaya redup
- Penurunan penglihatan periferal (samping)
- Munculnya lingkaran cahaya di sekitar lampu
- Nyeri mata atau sakit kepala (dalam beberapa kasus)
Glaukoma lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia, tetapi dapat dialami siapa saja. Beberapa faktor risiko, meliputi:
- Berusia di atas 40 tahun
- Riwayat keluarga dengan glaukoma
- Kondisi medis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau migrain
- Cedera atau trauma mata sebelumnya
- Rabun jauh atau rabun dekat
- Kornea yang tipis
- Penggunaan steroid jangka panjang tanpa pengawasan
“Meskipun tidak ada obat pasti untuk glaukoma, deteksi dini dapat mencegah kerusakan penglihatan lebih lanjut. Obat tetes mata, obat oral, perawatan laser, dan operasi adalah metode yang efektif untuk mengatasi kondisi ini. Jika penyakit ini dikenali sejak dini dan pengobatan dijalankan secara disiplin, sebagian besar penderita glaukoma dapat mempertahankan penglihatan yang baik sepanjang hidup mereka,” ungkap Dr. Nirati menambahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.