Sabet 8 Medali Kejurnas, 5 Atlet Anggar Sleman Siap ke Pentas Asia
Berbekal delapan medali di dua kejurnas anggar yang diadakan PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) 2025, lima atlet Sleman siap menuju ke pentas Asia.
Seniman Nano Warsono dalam pameran Jogja Incognita di Vherkudara\'s Spirit, Selasa (3/9/2024). - Harian Jogja/Galih Eko Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Produsen kacamata, Vherkudara Eyewear, menghadirkan karya-karya seniman Nano Warsono untuk dipamerkan di gerai Vherkudara’s Spirit mulai Selasa (3/9/2024) sampai tiga bulan ke depan.
Nano mengangkat tajuk Jogja Incognita dalam karya-karya hitam putihnya, baik mural, patung maupun lukisan. Lewat pameran itu, Nano ingin menceritakan pengalamannya menjadi seorang seniman yang datang dari luar Jogja.
“Bagaimana kini saya melihat Jogja, saya tuangkan dalam karya. Saya pakai Jogja Incognita sekaligus untuk merespons pemilik Vherkudara yang ingin mengangkat tema Not from Jogja dalam pameran saya,” ujar Nano di sela-sela pembukaan pameran, Selasa.
Dia menilai identitas sangat penting bagi dirinya dalam berkarya meskipun kemudian berusaha tetap mencari napas Jogja. Itulah yang Nano hasilkan dalam goresan hitam putihnya.
Menghadirkan puluhan karya untuk dipajang, hitam putih merupakan cara Nano melihat Jogja pada waktu pertama kali datang. Dia merasa seni di kota Istimewa ini sudah sangat berkembang.
“Saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Kemudian saya melakukan hal sederhana, salah satunya menggambar hitam putih di kertas. Namun, saya justru mendapat sesuatu yang lebih dari proses sederhana itu,” ungkapnya.
Termasuk dalam karya muralnya yang dibikin di tembok ruangan Vherkudara’s Spirit. Goresan hitam putihnya menghasilkan gambar tumpukan kayu yang menyimbolkan Jogja berawal dari hutan mentaok di Kotagede.
“Mural saya garap sekitar lima malam. Pengerjaannya lebih banyak di malam hari mengingat kalau pagi sampai siang ataupun sore, gerai ini ramai pengunjung. Jadi sulit untuk mengerjakan di siang hari,” tutur Nano.
Bisnis and Product Development Vherkudara Eyewear Antino Restu menjelaskan toko ini ingin menjadi tempat yang tidak hanya menjual produk, tetapi juga menjadi tempat yang dapat mempertemukan seniman dan masyarakat.
“Kami ingin menjadi tempat yang dapat mempertemukan seniman dan masyarakat. Memberikan kesempatan bagi seniman-seniman muda yang memiliki identitas, seperti halnya jenama Vherkudara,” katanya.
Vherkudara juga telah berkolaborasi dengan beberapa seniman dan musisi, termasuk Custom Works Zon milik Yuichi Yoshizawa, pembangun motor kustom asal Jepang, dan grup musik legendaris God Bless.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbekal delapan medali di dua kejurnas anggar yang diadakan PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) 2025, lima atlet Sleman siap menuju ke pentas Asia.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.