Menara Telekomunikasi di Bantul Tembus 300, Minat Investor Menurun
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
Suasana jumpa pers pengenalan proyek film Raminten Universe yang mengupas perjalanan hidup Hamzah Sulaeman pada Senin (19/8/2024). /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA—Perjalanan hidup dan kisah K.M.T. Tanoyo Hamijinindyo (Hamzah Sulaeman) yang juga dikenal sebagai Raminten alter ego yang sering dibawakannya dalam berbagai pentas seni dan budaya diangkat sebagai sebuah film dokumenter.
Film yang digarap oleh Kalyana Shira Films dengan sutradara Nia Dinata itu sekarang tengah melangsungkan proses syuting yang nantinya akan berlangsung sampai akhir tahun ini. Direncanakan pula pemutarannya akan dihelat secara terbatas di beberapa bioskop tanah air.
Nia mengatakan, film itu diberi judul Raminten Universe atau Jagad Raminten karena skopnya sangat luas. Secara umum film akan banyak mengupas soal perjalanan Hamzah Sulaeman dalam bidang bisnis, seni dan budaya serta upayanya dalam mengakomodir kaum yang termajinalkan.
"Kami melihat ada keberagaman yang sangat luas di unit usaha Raminten terutama di Raminten Cabaret Show. Selain mengakomodir lintas gender juga melibatkan lintas usia dan kalangan," jelasnya, Senin (19/8/2024).
Menurut Nia, film ini bersifat non profit. Pihaknya melakukan aksi urun dana dari beberapa kalangan yang merasa terinspirasi dengan sosok Raminten serta ingin agar lebih banyak orang yang bisa menyaksikannya dalam bentuk film.
"Hamzah dengan tokoh alter egonya sudah membawa banyak kebaikan kemudian menggugah saya untuk membuat film dokumenter serius agar lebih orang banyak yang bisa belajar," jelasnya.
Sementara Hamzah Sulaeman yang hadir dalam acara pemotongan tumpeng sebagai bentuk syukuran atas dimulainya proses syuting film itu mengaku bersyukur dan berterima kasih dengan segenap kru yang telah menggarap perjalanan dirinya ke dalam medium film.
"Syuting seperti ini saya kira baru pertama kali dan sebelumnya tidak ada sebesar ini. Tentu saja kami berterima kasih dan saya gembira sekali. Saya juga tidak menyangka perjalanan hidup saya dibuat menjadi film," ujarnya.
Adapun riset untuk film ini telah dimulai sejak April 2024 dan proses pengambilan gambar telah dimulai pada Juli 2024. Selain mendokumentasikan cerita Raminten, film ini juga ingin mempromosikan Jogja sebagai kota yang tidak hanya kental akan budaya Jawa tradisional, tetapi juga kaya akan seni modern kontemporer.
Ratri, Direktur House of Raminten yang juga merupakan putri dari Hamzah Sulaeman, menyatakan, semua tim dari pihak Raminten menyambut dokumenter ini dengan sangat positif dan berharap dokumenter ini akan disambut dengan baik juga oleh masyarakat Indonesia khususnya warga Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
Satpol PP Solo bersama tim gabungan menertibkan penjual miras ilegal dan menyita 34 botol minuman beralkohol tak sesuai izin.
PSIM Jogja kalah 1-3 dari Arema FC di Super League 2025/2026. Van Gastel soroti start buruk dan kesalahan individu pemain.
Kominfo menjelaskan tiga peran orangtua dalam melindungi anak di ruang digital sesuai PP Tunas 2025 untuk menciptakan internet aman.
-Pendampingan yang dilakukan Astra Honda Motor terhadap Desa Wisata Krebet, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul mulai menunjukkan dampak
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.