Nelayan Bantul Kembali Melaut, Gelombang 4 Meter Mengintai
Nelayan Bantul kembali melaut setelah gelombang tinggi mereda. BMKG mengingatkan potensi gelombang 2,5-4 meter di perairan selatan DIY.
Suasana jumpa pers pengenalan proyek film Raminten Universe yang mengupas perjalanan hidup Hamzah Sulaeman pada Senin (19/8/2024). /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA—Perjalanan hidup dan kisah K.M.T. Tanoyo Hamijinindyo (Hamzah Sulaeman) yang juga dikenal sebagai Raminten alter ego yang sering dibawakannya dalam berbagai pentas seni dan budaya diangkat sebagai sebuah film dokumenter.
Film yang digarap oleh Kalyana Shira Films dengan sutradara Nia Dinata itu sekarang tengah melangsungkan proses syuting yang nantinya akan berlangsung sampai akhir tahun ini. Direncanakan pula pemutarannya akan dihelat secara terbatas di beberapa bioskop tanah air.
Nia mengatakan, film itu diberi judul Raminten Universe atau Jagad Raminten karena skopnya sangat luas. Secara umum film akan banyak mengupas soal perjalanan Hamzah Sulaeman dalam bidang bisnis, seni dan budaya serta upayanya dalam mengakomodir kaum yang termajinalkan.
"Kami melihat ada keberagaman yang sangat luas di unit usaha Raminten terutama di Raminten Cabaret Show. Selain mengakomodir lintas gender juga melibatkan lintas usia dan kalangan," jelasnya, Senin (19/8/2024).
Menurut Nia, film ini bersifat non profit. Pihaknya melakukan aksi urun dana dari beberapa kalangan yang merasa terinspirasi dengan sosok Raminten serta ingin agar lebih banyak orang yang bisa menyaksikannya dalam bentuk film.
"Hamzah dengan tokoh alter egonya sudah membawa banyak kebaikan kemudian menggugah saya untuk membuat film dokumenter serius agar lebih orang banyak yang bisa belajar," jelasnya.
Sementara Hamzah Sulaeman yang hadir dalam acara pemotongan tumpeng sebagai bentuk syukuran atas dimulainya proses syuting film itu mengaku bersyukur dan berterima kasih dengan segenap kru yang telah menggarap perjalanan dirinya ke dalam medium film.
"Syuting seperti ini saya kira baru pertama kali dan sebelumnya tidak ada sebesar ini. Tentu saja kami berterima kasih dan saya gembira sekali. Saya juga tidak menyangka perjalanan hidup saya dibuat menjadi film," ujarnya.
Adapun riset untuk film ini telah dimulai sejak April 2024 dan proses pengambilan gambar telah dimulai pada Juli 2024. Selain mendokumentasikan cerita Raminten, film ini juga ingin mempromosikan Jogja sebagai kota yang tidak hanya kental akan budaya Jawa tradisional, tetapi juga kaya akan seni modern kontemporer.
Ratri, Direktur House of Raminten yang juga merupakan putri dari Hamzah Sulaeman, menyatakan, semua tim dari pihak Raminten menyambut dokumenter ini dengan sangat positif dan berharap dokumenter ini akan disambut dengan baik juga oleh masyarakat Indonesia khususnya warga Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan Bantul kembali melaut setelah gelombang tinggi mereda. BMKG mengingatkan potensi gelombang 2,5-4 meter di perairan selatan DIY.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jam keberangkatan dan kedatangan di tiap stasiun.
UMKM Keparakan didorong memperkuat higienitas produk agar mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dan membidik wisatawan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Dua anak perempuan diduga diculik saat hendak les di Menceng, Kalideres. Keduanya ditemukan terpisah dan kalung emas diduga dirampas.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.