Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Bau badan kerap menjadi masalah bagi banyak orang. Tak jarang kepercayaan diri mereka ambyar karena bau badan. Tidak malas untuk mandi adalah salah satu upaya terbaik yang dapat dilakukan.
Dilansir dari laman webmd.com dan punchng.com, Selasa (13/8/2024), penyebab bau badan secara garis besar disebabkan oleh perkembangbiakan bakteri yang tercampur dalam keringat. Akibatnya, orang yang mudah berkeringat secara alami, yakni para penderita hiperhidrosis, mungkin lebih berisiko mengalami bau ketiak.
Fakta bahwa keringat tidak memiliki bau menjadi bukti bahwa bakteri adalah penyebab utamanya, Dengan itu, mandi setidaknya 1 kali dalam sehari dapat menjadi opsi terbaik untuk menghilangkan bakteri di kulit penyebab bau badan.
Untuk mengoptimalkan pembersihan bakteri, gunakanlah sabun antibakteri. Mandi menggunakan sabun antibakteri akan membantu menghilangkan bakteri yang ada. Pilihlah sabun dengan kata "antibakteri" pada kemasannya.
Mendapatkan deodoran yang tepat akan membantu mengatasi bau badan. Bahan dasar alkohol dalam deodoran memiliki kandungan antibakteri yang dapat membunuh bakteri penyebab bau badan. Selain itu, deodoran biasanya juga mengandung parfum guna menutupi bau.
Kebiasaan tidak mengganti baju, terutama setelah olahraga, adalah salah satu penyebab bau badan, karena hal ini menjadi tempat pengembangbiakkan bakteri. Kenakanlah pakaian bersih untuk menjauhi tubuh dari bakteri penyebab bau badan.
Setelah mandi, keringkan tubuh secara menyeluruh tanpa meninggalkan satu area pun. Saat kulit dalam keadaan kering, akan lebih sulit bagi bakteri penyebab bau badan untuk datang dan berkembang biak.
Penting untuk diingat bahwa apa yang Anda makan adalah bau badan Anda. Mengonsumsi makanan yang mengandung sulfur terlalu banyak, seperti brokoli, kembang kol, dan kubis, dapat menyebabkan bau badan.
BACA JUGA: Hati-Hati, Bau Badan Bisa Jadi Tanda Sakit Jantung
Untuk mengoptimalkan upaya ini, Anda juga dapat menghindari makanan pedas yang dapat memicu keluarnya keringat yang menyebabkan bau badan jika tercampur dengan bakteri.
Mengonsumsi alkohol menyebabkan pembuluh darah di dekat kulit membesar yang menyebabkan orang merasa kepanasan sehingga memicu keluarnya keringat dalam tubuh yang dapat menjadi penyebab bau badan jika tercampur dengan bakteri.
Untuk daerah beriklim panas, hindari pakaian sintetis atau ketat yang tidak memungkinkan kulit untuk bernapas. Ketika kulit susah bernapas, keringat yang keluar dapat menjadi penyebab terjadinya bau badan jika tercampur dengan bakteri.
Kenakanlah kain yang cenderung tipis seperti katun, linen ringan, dan wol ringan untuk menjaga tubuh tetap sejuk dan nyaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.