Asbanda Dorong BPD Optimalkan SIPD-RI dan Siskeudes-Link
Asbanda dan Bank Papua menggelar Seminar Nasional di Aula Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Papua, Kamis (24/4/2025).
Rokok elektrik alias vape - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Para ahli kesehatan menyepakati bahwa rokok elektrik bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan efek mirip dengan merokok intens.
Dilansir dari US News, Selasa (30/7/2024), kebanyakan orang mengonsumsi rokok elektrik saat berada di dalam ruangan. Sementara di luar ruangan, mereka beralih ke rokok biasa.
Banyak orang menganggap bahwa vape lebih ramah bagi orang yang mau berhenti merokok dan mau belajar merokok. Sebab, baunya tidak menyengat dan tidak menyebabkan abu berserakan.
Selain itu, perokok mengklaim vaping berpotensi membantu mengurangi frekuensi merokok. Umumnya, alasan ini malah membuat mereka menjadi pengguna dua produk di saat yang bersamaan.
Dilansir dari National Institutes of Health dan Science Daily, walaupun riset tentang bahaya vape belum seluas riset bahaya rokok, tetapi tentu saja akan ada efek samping dari menggunakan keduanya.
Stres oksidasi adalah ketika radikal bebas dalam tubuh jauh lebih banyak daripada antioksidan. Hal ini membuat tubuh lebih rawan terkena penyakit.
Berdasarkan riset 2021, pengguna rokok dan vape memiliki tingkat stres oksidasi yang tinggi dibandingkan nonperokok maupun pengguna vape saja.
Peradangan adalah respons tubuh Anda ketika Anda mengalami cedera atau infeksi. Dalam jumlah normal, peradangan dibutuhkan untuk menyembuhkan luka.
Dalam jumlah besar, apalagi dalam jangka panjang, peradangan dapat menyebabkan penyakit jantung dan kerusakan organ tubuh.
Jika Anda merokok maupun vaping, akan terjadi iritasi pada saluran pernapasan. Hal ini membuat saraf tubuh meradang, dari otak hingga saluran pernapasan. Saraf-saraf ini berperan penting dalam menjaga detak jantung, pernapasan, dan fungsi respiratori lainnya.
Maka, Anda dapat bayangkan komplikasi kesehatan yang terjadi jika terjadi radang parah di bagian-bagian ini.
Pengguna vape dan rokok dalam jangka panjang dapat mengurangi pembuatan oksida nitrat dalam tubuh, yaitu zat yang dibutuhkan dalam pembuluh darah. Tanpa oksida nitrat, pembuluh darah dapat menjadi rusak.
Ditambah lagi, penggunaan vape membuat sel pembuluh darah lebih cair dan memproduksi lebih banyak hidrogen peroksida. Beberapa faktor ini juga berkontribusi dalam kerusakan pembuluh darah.
Penggunaan vape dan rokok di saat yang bersamaan dapat meningkatkan risiko kesehatan Anda, jauh melebihi merokok saja maupun vaping saja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Asbanda dan Bank Papua menggelar Seminar Nasional di Aula Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Papua, Kamis (24/4/2025).
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.
Sam Altman mengungkap Gen Z kini memakai ChatGPT sebagai penasihat hidup, berbeda dengan generasi tua yang masih menggunakannya seperti Google.
Jadwal bola malam ini 18-19 Mei 2026 menghadirkan Arsenal vs Burnley, semifinal Liga Arab Saudi, hingga La Liga 2 Spanyol.