Peneliti Temukan Resep Membuat Es Krim Anti Meleleh
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Sebuah supermarket di Jepang menerapkan kasir dengan sistem pembayaran ekstra lambat yang ditujukan bagi lansia hingga penyandang disabilitas. / Oddity Central
Harianjogja.com, TOKYO—Sebuah supermarket di Jepang menerapkan kasir dengan sistem pembayaran ekstra lambat yang ditujukan bagi lansia hingga penyandang disabilitas. Kasir ini memungkinkan pelanggan tidak perlu terburu-buru dalam melakukan pembayaran usai berbelanja.
Kebanyakan supermarket di Jepang saat ini terus-menerus mencari cara untuk mempercepat proses pembayaran. Secara tidak langsung, banyak pelanggan yang merasa tertekan harus segera mengemas belanjaan mereka dan membayar secepat mungkin, agar tidak menahan antrean terlalu lama.
Sayangnya, beberapa orang tidak bisa secepat itu, baik karena faktor lanjut usia, penyandang disabilitas, atau bahkan sedang hamil. Beberapa dari orang-orang ini sering kali merasa bersalah karena bergerak terlalu lambat, sehingga mereka menghindari pergi ke supermarket sama sekali.
Sementara itu, salah satu masalah utama yang dihadapi lansia di perkotaan adalah kesepian, lantaran kehidupan sangat sibuk dan semakin digital. Untuk mengatasi hal ini, sebuah supermarket di Prefektur Fukuoka Jepang mencoba memecahkan masalah ini dengan menyediakan kasir dengan sistem pembayaran yang sangat lambat, sehingga pelanggan dapat menghabiskan waktu hingga 20 menit tanpa merasa harus terburu-buru.
BACA JUGA: Anti Membusuk, Begini Cara Menyimpan Daging Kurban yang Benar
Dilansir dari Oddity Central, supermarket di Prefektur Fukuoka dengan pembayaran ekstra lambat itu awalnya dirancang untuk orang lanjut usia, penyandang cacat, dan wanita hamil. Sistem itu diusulkan oleh Abe Nana dari Pusat Dukungan Penyakit Alzheimer di Prefektur Fukuoka yang mengetahui betapa frustrasi dan malunya para pembeli lanjut usia karena terburu-buru mengantri. Jadi dia mengusulkan solusi yang dibuat khusus untuk mereka, yaitu sebuah kasir di mana pembeli dapat menghitung uang mereka dengan tenang, mengemas belanjaan sesuai keinginan mereka, dan bahkan mengobrol dengan kasir jika mereka mau.
Sistem pembayaran khusus ini telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap keuntungan supermarket. Beberapa pelanggan sekarang berbelanja di sini secara rutin karena mereka tidak lagi dipaksa untuk harus cepat saat mengantri.
BACA JUGA: Viral, Ada Rapper Bisu dan Tuli dari Kongo
Bahkan, saking populernya sistem tersebut, supermarket menyebut ada peningkatan penjualan hingga 10%.
Warganet pun mengungkapkan harapan mereka agar kasir tersebut bisa ditempatkan di supermarket wilayah lain.
“Alangkah baiknya jika ada supermarket seperti ini di dekat saya,” komentar seseorang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Oddity Central
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.
Pembongkaran SDN Nglarang untuk proyek Tol Jogja-Solo rampung. Lahan kini 100% bebas, proyek masuk tahap penimbunan dan pengecoran.
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.