Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Profesor Universitas Nihon dan kepala Pusat Medis Hewan Universitas Nihon, Kazuya Edamura menggunakan CatsMe!, aplikasi telepon pintar berbasis AI yang mengklaim dapat memberi tahu saat kucing merasakan sakit, selama pemeriksaan kucing di pusat medis di Fujisawa, selatan Tokyo, 11 Juni 2024. / Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Pemilik kucing di Jepang semakin dimudahkan dengan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bernama CatsMe! yang didesain bisa mendeteksi rasa sakit pada kucing.
Di Jepang, populasi penduduk yang menua dan angka kelahiran yang rendah membuat hewan peliharaan menjadi anggota penting bagi banyak rumah tangga. Bahkan, pemiliknya bersedia berinvestasi secara signifikan untuk kesejahteraan hewan peliharaan mereka.
Negeri Sakura itu bahkan mengagungkan kucing sebagai simbol keberuntungan. Tak heran jika peneliti di sana juga memikirkan berbagai cara agar perawatan hewan peliharaan favorit itu bisa dioptimalkan dengan AI.
BACA JUGA: Jepang Punya Festival Kematian, Pengunjung Bisa Menjajal Tidur di Peti Mati
Dilansir dari FastCompany, perusahaan rintisan teknologi Carelogy dan para peneliti di Universitas Nihon di Jepang mengembangkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bernama CatsMe! yang didesain bisa mendeteksi rasa sakit pada kucing.
Pemilik hewan peliharaan di Jepang sangat antusias dengan teknologi tersebut karena peran penting hewan peliharaan dalam kehidupan mereka. Asosiasi Makanan Hewan Peliharaan Jepang memperkirakan bahwa ada hampir 16 juta kucing dan anjing peliharaan di negara tersebut tahun lalu, melampaui jumlah anak-anak di bawah usia 15 tahun.
Para pengembang mengatakan bahwa mereka melatih aplikasi itu dengan 6.000 gambar kucing. Kini, aplikasi tersebut memiliki tingkat akurasi lebih dari 95% dan berharap tingkat tersebut akan meningkat seiring dengan pelatihan AI pada lebih banyak wajah kucing.
Menurut TechTimes, cara menggunakan aplikasi ini mudah, yaitu pemilik hewan peliharaan mengunggah foto kucing mereka, dan AI menganalisis ekspresi wajah, mengkategorikan kemungkinan rasa sakit menjadi tiga tingkat—tidak ada, ringan, atau parah.
Informasi ini dapat membantu pemilik memutuskan apakah kunjungan ke dokter hewan diperlukan.
"Statistik kami menunjukkan bahwa lebih dari 70% kucing tua menderita radang sendi atau nyeri, tetapi hanya 2% dari mereka yang benar-benar pergi ke rumah sakit,” terang Profesor Universitas Nihon Kazuya Edamura.
Pemilik hewan peliharaan seperti Mayumi Kitakata memantau kesehatan hewan peliharaan mereka setiap hari, menggunakan CatsMe! untuk membaca ekspresi wajah dan melacak aktivitasnya. Saat berbincang dengan Reuters, ia mengenang hewan peliharaannya di masa lalu, Soran, yang meninggal karena kanker pada usia delapan tahun.
"Jika saya menyadarinya, mungkin kami bisa melakukan perawatan kanker lebih awal atau semacamnya, dan itu akan membantu, tetapi bahkan dokter hewan pun tidak mengetahuinya," kenangnya.
BACA JUGA: Seekor Kucing American Shorthair Cetak Rekor Dunia Main Skateboard Tercepat
Aplikasi ini memberikan ketenangan pikiran kepadanya dan pemilik hewan peliharaan lainnya, yang memungkinkannya mendeteksi masalah yang mungkin tidak terdeteksi.
CatsMe! telah berkembang pesat sejak diluncurkan, menarik lebih dari 230.000 pengguna di lebih dari 50 negara. Aplikasi ini mengalami pembaruan besar pada Januari 2024, beralih ke layanan berbayar sekaligus menyediakan semua fitur yang sebelumnya eksklusif untuk anggota premium bagi semua pengguna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Gereja Katedral Jakarta menggelar empat sesi misa Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya amankan 860 tempat ibadah.
ILRC mencatat kasus femisida seksual di Indonesia meningkat pada 2025. Korban didominasi anak perempuan hingga perempuan muda.
Aktivitas parkir bus wisata di Eks Menara Kopi Kotabaru Jogja melonjak saat libur panjang, bisa tembus lebih dari 35 bus per hari.