Kemenpar Bidik Indonesia Jadi Pusat MICE ASEAN, Andalkan AI
Kemenpar menargetkan Indonesia menjadi pusat MICE ASEAN melalui AI, penguatan talenta, dan peningkatan daya saing industri pariwisata.
Ilustrasi kulih wajah mengalami penuaan dini - Times Now
Harianjogja.com, JAKARTA - Penuaan dini sering kali dikaitkan dengan gaya hidup yang tidak sehat, kebiasaan tidur dan makan yang buruk, dan stres. Para peneliti menemukan bahwa diskriminasi bisa menjadi faktor yang dapat mempercepat penuaan.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang yang mengalami diskriminasi berdasarkan identitas mereka, yang mungkin ras, jenis kelamin, berat badan, atau cacat, menghadapi efek kesehatan negatif, termasuk penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan depresi.
Dikutip dari Medical Daily, Minggu, menurut penelitian terbaru yang dipimpin oleh para peneliti di Sekolah Kesehatan Masyarakat Global NYU, diskriminasi antarpersonal terkait dengan perubahan pada tingkat molekuler yang mempercepat penuaan.
"Mengalami diskriminasi tampaknya mempercepat proses penuaan, yang mungkin berkontribusi pada penyakit dan kematian dini serta memperkuat disparitas kesehatan," kata Adolfo Cuevas, Penulis Senior Studi tersebut.
Untuk menganalisis hubungan antara diskriminasi dan penuaan, para peneliti mengumpulkan sampel darah dari hampir 2 ribu orang dewasa di Amerika Serikat yang merupakan bagian dari studi Midlife in the United States (MIDUS).
Mereka kemudian menilai tiga ukuran metilasi DNA, penanda yang mengevaluasi dampak biologis dari stres dan proses penuaan.
Melalui survei, para peneliti mengukur tiga bentuk diskriminasi yang dihadapi oleh peserta, diskriminasi sehari-hari, besar, dan di tempat kerja.
BACA JUGA: Kenali Penyebab Utama Penuaan Dini, Cegah Sejak Muda!
Sementara, diskriminasi sehari-hari mencakup insiden kecil ketidakhormatan dalam kehidupan sehari-hari dan diskriminasi besar adalah suatu insiden diskriminasi akut dan intens.
Diskriminasi di tempat kerja dapat berupa praktik yang tidak adil, peluang profesional yang terhambat, dan hukuman berdasarkan identitas.
"Para peneliti menemukan bahwa diskriminasi terkait dengan penuaan biologis yang dipercepat dengan orang yang melaporkan lebih banyak diskriminasi menua lebih cepat secara biologis dibandingkan dengan mereka yang mengalami lebih sedikit diskriminasi. Diskriminasi sehari-hari dan besar secara konsisten terkait dengan penuaan biologis, sementara paparan terhadap diskriminasi di tempat kerja juga terkait dengan penuaan yang dipercepat, tetapi dampaknya relatif lebih ringan," pernyataan berita menyatakan.
Para peneliti mencatat bahwa perbedaan dalam perilaku merokok dan indeks massa tubuh menjelaskan sekitar separuh dari hubungan ini.
Studi ini juga membuat temuan menarik lainnya, yakni meskipun peserta kulit hitam mengalami lebih banyak diskriminasi dan penuaan biologis yang lebih cepat, peserta kulit putih lebih rentan terhadap dampak diskriminasi ketika mereka mengalaminya.
Para peneliti percaya bahwa hal ini mungkin karena mereka memiliki paparan yang kurang sering dan lebih sedikit strategi penanganan.
"Temuan ini menegaskan pentingnya mengatasi semua bentuk diskriminasi untuk mendukung penuaan yang sehat dan mempromosikan kesetaraan kesehatan," tambah Cuevas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenpar menargetkan Indonesia menjadi pusat MICE ASEAN melalui AI, penguatan talenta, dan peningkatan daya saing industri pariwisata.
Sensus Ekonomi 2026 di DIY telah mencapai 69%. BPS DIY memastikan data pelaku usaha aman dan tidak berkaitan dengan perpajakan.
Komisi Yudisial menerima 1.402 laporan perilaku hakim pada Semester I 2026, meningkat 10,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Produksi ikan nila di Sleman mencapai 15.370 ton pada semester I 2026. Budi daya nila di Kapanewon Minggir dilaporkan masih aman.
residen Prabowo Subianto memimpin akad massal KPR 62.000 rumah subsidi di Batang. Program ini melibatkan penerima rumah subsidi dari berbagai daerah melalui ske
VinFast membuka dealer motor listrik pertama di DIY dan menawarkan pilihan pembelian maupun sewa baterai bagi konsumen.