Kasus Bupati Pemalang, Uang Rp1,98 Miliar untuk Keperluan Pribadi
KPK mengungkap dugaan permintaan uang oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang mengumpulkan Rp1,98 miliar melalui orang kepercayaannya.
Wisatawan membajak sawah di Desa Wisata Candran, Bantul/Ist-Dinas Pariwisata Bantul
Harianjogja.com, JAKARTA—Kegiatan sederhana berbasis alam dapat meningkatkan kesehatan mental siswa/mahasiswa, mengurangi stres, kecemasan, dan depresi di kalangan remaja.
Demikian disampaikan dalam hasil penelitian baru yang dilakukan oleh tim riset dari North Carolina State University dalam siaran Medical Daily.
Tim riset menyebutkan bahwa menurut hasil penelitian kepada para siswa yang mengikuti sesi pengamatan burung selama 30 menit dalam lima kali sepekan bisa meningkatkan kesejahteraan mental dan mengurangi tekanan psikologis di kalangan mahasiswa.
BACA JUGA: Gangguan Kesehatan Mental Kerap Dialami Anak Muda, Kebanyakan Masalah Bermula dari Rumah
Tim peneliti juga mendapati aktivitas sederhana yang mudah dijalankan itu bisa memberikan kesejahteraan subjektif yang lebih baik dan mengurangi tekanan dibandingkan dengan bentuk-bentuk paparan alam yang lain, seperti berjalan-jalan di alam.
"Ada banyak riset tentang kesejahteraan pada masa pandemi yang menunjukkan bahwa remaja dan mahasiswa yang paling kesulitan. Khususnya pelajar dan mahasiswa, tampaknya itu kelompok yang kesusahan dalam menjangkau alam dan mendapatkan manfaat tersebut," kata Nils Peterson, salah satu penulis hasil studi dari North Carolina State University dikutip, Selasa (7/5/2024).
"Pengamatan burung adalah salah satu cara yang paling umum dilakukan manusia untuk berinteraksi dengan satwa liar..., dan kampus menyediakan tempat untuk mengakses aktivitas tersebut bahkan di lingkungan perkotaan," katanya.
Dalam risetnya, para peneliti melibatkan 112 peserta siswa yang dibagi dalam tiga kelompok: kelompok kontrol, kelompok jalan-jalan di alam, dan kelompok mengamati burung yang ditugasi mengikuti lima sesi mengamati burung selama 30 menit.
Mereka kemudian dievaluasi menggunakan survei WHO-5, alat dengan lima pertanyaan untuk menilai kesejahteraan pada skala nol hingga lima berdasarkan perasaan selama dua minggu terakhir.
Meskipun semua kelompok menunjukkan peningkatan skor WHO-5, kelompok pengamat burung yang memulai dengan skor lebih rendah berakhir mendapatkan skor lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya.
Dengan menggunakan daftar pertanyaan serupa untuk mengukur tekanan, para peneliti juga mendapati kegiatan yang bersentuhan dengan alam, khususnya pengamatan burung dan jalan-jalan di alam, dapat memicu penurunan tekanan psikologis.
Hasil penelitian itu mendukung gagasan bahwa mengamati burung membantu meningkatkan kesehatan mental dan membuka banyak jalan untuk penelitian di masa depan, termasuk studi untuk mengetahui mengapa mengamati burung membantu orang merasa lebih baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK mengungkap dugaan permintaan uang oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang mengumpulkan Rp1,98 miliar melalui orang kepercayaannya.
Mendagri Tito Karnavian menyebut aturan gaji kepala daerah yang berlaku sejak 2000 akan direvisi agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi dan kinerja daerah.
Pemkot Jogja akan menertibkan plang Jalan Malioboro yang dipasang tanpa izin resmi. Plang dekorasi tetap diperbolehkan selama bukan berfungsi sebagai rambu ja
AS menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan Iran dan delapan kapal tanker terkait dugaan skema pemerasan kapal di Selat Hormuz.
Delegasi DUN Sabah mempelajari tata kelola Keistimewaan DIY dan Dana Keistimewaan sebagai rujukan kewenangan khusus pemerintahan daerah.
Panitia Jogja Halal Festival (JHF) #3 resmi meluncurkan Jogja Halal Festival #3 Tahun 2026 di Ruang Bangsal Mataram, Lantai 2, Kantor Perwakilan Bank Indonesia