Peneliti Temukan Resep Membuat Es Krim Anti Meleleh
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Di wilayah San Luis Potosí di Meksico, warga terbiasa menyantap sup daging tikus karena diyakini berkhasiat. / Oddity Central
Harianjogja.com, SAN LUIS POTOSI—Bagi kebanyakan dari kita, daging tikus menduduki peringkat teratas dalam daftar makanan yang tidak akan kita santap seumur hidup. Kendati demikian, di wilayah San Luis Potosí di Meksico, daging tikus telah lama menjadi makanan yang diyakini punya khasiat obat.
Dalam beberapa tahun terakhir, kios-kios yang menjual daging tikus dan hidangan yang mengandung daging tikus telah menghilang dari pasar lokal di Meksico. Semuanya hilang, kecuali satu di pasar Mercado República di San Luis Potosí.
BACA JUGA: Mengatasi Anemia dengan Makanan, Ini Daftarnya
Dilansir dari Oddity Central, kedai yang melegenda itu masih menjual kaldu hewan pengerat yang dimasak dengan berbagai macam sayuran dan rempah-rempah. Setiap mangkuk kaldu tikus berisi seekor tikus lapangan utuh dan dijual seharga 100 peso (Rp28 ribu).
Penjual daging tikus terakhir di Mercado República adalah José Remedios Hernández, juga dikenal sebagai “Camilo”. Ia mewarisi bisnis makanan eksotik dari ibunya, yang baru saja meninggal dunia.
Camilo mengenang dulu ada puluhan penjual daging tikus di pasar tersebut, namun semuanya sudah pensiun atau meninggal, dan kini ia tetap menjadi satu-satunya.
BACA JUGA: Sebelum Konsumsi, Cek Dulu Plus Minum Obat Steroid untuk Tingkatkan Massa Otot
Dia mengaku tidak berencana menyerah pada bisnis keluarga dalam waktu dekat. Bagaimanapun, kios tersebut telah beroperasi selama 52 tahun, dan dia berencana untuk mempertahankannya selama mungkin.
Semua tikus dalam kaldu yang dimasak Camilo ditangkap di pedesaan sekitar komunitas dan kota di sekitar San Luis Potosí dan diyakini warga setempat memiliki nilai gizi yang sangat tinggi. Mereka meyakini daging tikus sangat bermanfaat memperkuat tubuh dan meningkatkan nafsu makan.
Kendati demikian, ahli menyatakan di dalam tubuh tikus terdapat bakteri Leptospirosis yang dapat berdampak buruk kepada manusia yang terkontaminasi urine tikus maupun mengonsumsi daging tikus. Infeksi bakteri tersebut jika tidak ditangani dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan hati, dan bahkan kematian.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. dr Rini Sekartini, SpAk, menerangkan gejala-gejala leptospirosis tersebut, yaitu demam tinggi hingga menggigil, nyeri kepala, nyeri otot khususnya di daerah betis, sakit tenggorokan disertai batuk kering, mata merah dan kulit menguning, mual hingga muntah-muntah dan disertai diare.
"Penularannya paling sering terjadi melalui kencing tikus yang terbawa oleh air banjir," ujarnya dikutip dari Antara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Oddity Central
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terkait dugaan korupsi pemerasan OPD.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.