Rafale Ikut Manuver HUT Ke-81 RI, Punya Kecepatan Mach 1,8
Pesawat tempur Dassault Rafale ikut manuver 81 pesawat pada HUT Ke-81 RI. Simak spesifikasi, performa, mesin, dan persenjataannya.
Migrain/sakit kepala - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Sakit kepala sebelah atau migrain adalah kelainan neurologis yang ditandai dengan episode sakit kepala parah yang berulang. Sering kali migrain disertai gejala seperti mual, muntah, kepekaan terhadap cahaya, dan suara. Meski terasa sepele, sakit kepala ini dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup. Guna meminimalkan hal tersebut, kenali lebih dalam tahapan migran dan cara mengatasi.
Dr. Srinivas Botla, Konsultan Senior Ahli Bedah Saraf, Rumah Sakit Yashoda Hyderabad dilansir dari timesofindia mengatakan migrain diyakini karena aktivitas otak yang tidak normal, yang melibatkan perubahan aliran darah dan tingkat neurotransmitter.
Meskipun penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami, faktor-faktor seperti genetika, fluktuasi hormonal, makanan tertentu, stres, dan pemicu lingkungan dapat berkontribusi terhadap serangan migrain.
Ini adalah tahap peringatan, yang dapat terjadi beberapa jam hingga beberapa hari sebelum sakit kepala sebenarnya. Gejalanya meliputi perubahan suasana hati, kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, mengidam makanan, leher kaku, peningkatan kepekaan terhadap cahaya dan suara, dan menguap.
Ini adalah gejala kedua yang menyerang sebagian penderita migrain. Biasanya terjadi tepat sebelum atau selama fase sakit kepala dan dapat berlangsung hingga satu jam. Gejala aura meliputi gangguan penglihatan, seperti kilatan cahaya, titik buta, atau garis zig-zag; kesemutan atau mati rasa di wajah atau ekstremitas; kesulitan berbicara; dan pusing.
Ini adalah tahap utama serangan migrain, dan bisa berlangsung antara 4 hingga 72 jam jika tidak diobati. Rasa sakitnya biasanya berdenyut atau berdenyut dan biasanya dirasakan di satu sisi kepala. Gejala lain pada tahap ini termasuk mual, muntah, kepekaan terhadap cahaya, suara, dan bau, serta pusing.
Ini adalah tahap setelahnya, yang bisa berlangsung hingga satu hari setelah sakit kepala mereda. Orang-orang dalam tahap ini merasa lelah, berkabut, dan bingung. Mereka juga mengalami leher kaku, kulit kepala terasa nyeri, dan sulit berkonsentrasi.
Baca Juga
Awas Migrain Terkait Erat dengan Meningkatnya Risiko Stroke
Enam Fakta dan Mitos tentang Migrain
Kenapa Perempuan Lebih Sering Kena Migrain Dibandingkan Pria? Ini Penjelasannya
Perawatan medis segera:
• Obat pereda nyeri yang dijual bebas:
Obat ini sering kali merupakan garis pertahanan pertama untuk migrain ringan hingga sedang.
• Triptan: Ini adalah obat resep dan paling efektif bila diminum saat gejala pertama serangan migrain muncul.
• Obat antimual Perawatan non-obat:
• Istirahat: Di ruangan yang gelap dan tenang dapat membantu meringankan nyeri migrain dan kepekaan terhadap cahaya dan suara.
• Kompres es: Tempelkan kompres es ke dahi atau leher Anda untuk memberikan efek mati rasa.
• Panas: Menerapkan bantal pemanas ke leher atau bahu dapat membantu mengendurkan otot-otot yang tegang.
• Teknik relaksasi: Teknik seperti pernapasan dalam, relaksasi otot progresif, dan meditasi dapat membantu mengelola stres dan mengurangi nyeri migrain.
• Identifikasi dan hindari pemicunya: Pemicu migrain yang umum adalah stres, kurang tidur, makanan dan minuman tertentu, perubahan hormonal, dan bau yang menyengat. Menyimpan catatan harian sakit kepala dapat membantu mengidentifikasi pemicunya.
• Pertahankan jadwal tidur yang teratur
• Kelola stres: Teknik relaksasi dapat membantu mengelola stres dan mencegah migrain.
• Olahraga teratur: Aktivitas fisik teratur dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, sehingga dapat membantu mencegah migrain. • Pengobatan pencegahan: Obat-obatan ini diresepkan oleh dokter untuk mencegah serangan berulang pada beberapa pasien.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pesawat tempur Dassault Rafale ikut manuver 81 pesawat pada HUT Ke-81 RI. Simak spesifikasi, performa, mesin, dan persenjataannya.
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.
Jalur pendakian Gunung Kerinci ditutup sementara mulai 1 September 2026 untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.
Anggota DPR RI Vita Ervina mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)
Dokter bedah saraf menjelaskan tumor otak tak selalu berakhir buruk. Deteksi dini dan ukuran tumor turut menentukan hasil penanganan.
Warga mengadukan kolam koi di Villa Banguntapan ke DPRD Bantul. Sejumlah persoalan disorot, dari kolam jebol hingga perizinan.