Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Di desa Piplantri di India, setiap kelahiran anak perempuan maka warganya menanam 111 pohon. / DNA India
Harianjogja.com, RAJASTHAN—Di India, ada sebuah desa yang begitu menghormati kelahiran anak perempuan. Setiap bayi perempuan lahir, mereka menanam 111 bibit pohon.
Desa itu bernama Piplantri, yang berada di distrik Rajsamand, negara bagian Rajasthan. Dilansir dari Indiatimes, warga Piplantri menanam 111 bibit pohon untuk setiap kelahiran bayi perempuan sebagai upaya menjaga lingkungan dan anak perempuan.
BACA JUGA: Piala Oscar 2024, Ini Film yang Menang Best Picture dan Daftar Lengkap Pemenang
Inisiatif luar biasa ini tidak hanya menjawab satu tapi dua permasalahan sosial yang mendesak: pemberdayaan anak perempuan dan peremajaan lingkungan. Selama 15 tahun terakhir, Piplantri telah bekerja tanpa kenal lelah untuk meningkatkan lahan hijau dan mendorong kesetaraan gender.
Tak hanya menanam, rupanya masyarakat setempat juga merawatnya agar tumbuh subur dan berbuah ketika bibit tersebut sudah besar seiring bertambahnya usia anak perempuan tersebut. Praktik ini menjadi contoh cemerlang dalam memajukan hak-hak anak perempuan sekaligus merevitalisasi lingkungan.
Rupanya, ada tragedi di balik inisiatif ini. Mantan sarpanch (kepala desa) Shyam Sundar Paliwal, memprakarsainya untuk mengenang putrinya Kiran, yang meninggal secara tragis pada usia 18 tahun karena dehidrasi. Shyam sejak itu mendedikasikan dirinya pada misi memastikan tutupan lahan hijau bagi desa tersebut guna menjamin pasokan air yang berkelanjutan.
BACA JUGA: Ini Manfaat Puasa bagi Penderita Asam Lambung
Dilansir dari DNAIndia, ketika seorang anak perempuan lahir di desa tersebut, orang tuanya menyumbang Rs 10.000 (RP1,9 juta), dan tambahan Rs 31.000 (Rp5,8 juta) dikumpulkan dari donatur dan dermawan setempat. Dana ini disetorkan ke rekening tetap yang dikelola oleh panchayat atau perangkat desa, yang dapat ditebus ketika anak itu mencapai usia 30 tahun.
Panchayat menyimpan catatan yang cermat, secara berkala merevisi simpanan tetap. Mereka juga memastikan bahwa kelahiran anak perempuan tersebut terdaftar secara resmi dan memfasilitasi pendaftarannya dalam program pemerintah seperti Skema Janani Suraksha dan skema obligasi bermanfaat lainnya.
Selain itu, untuk memastikan bahwa anak perempuan tersebut menerima pendidikan yang layak, penduduk desa memaksa orang tuanya untuk menandatangani surat pernyataan. Isi surat itu salah satunya mencegah mereka menikahkan anaknya sebelum dia mencapai usia menikah yang sah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Indiatimes, DNAIndia
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
BMKG memprakirakan cuaca DIY hari ini didominasi berawan dan udara kabur, sementara Sleman berpotensi diguyur hujan ringan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.