Tol Bawen-Jogja Bikin Distribusi Barang ke Pelabuhan Lebih Efisien
Pemkab Temanggung menilai Jalan Tol Bawen-Jogja mempercepat distribusi barang ke pelabuhan, meningkatkan efisiensi logistik, dan mendukung investasi.
Para pemain film Mohon Doa Restu. /Instagram.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah film dengan tema drama komedi keluarga bertajuk Mohon Doa Restu akan segera dirilis dan tayang perdana pada 26 Oktober 2023 mendatang di Bioskop. Film ini mengisahkan pernikahan antara Satya yang diperankan oleh Jefri Nichol dengan sosok Mel yang dimainkan Syifa Hadju.
Film ini produksi Screenplay Films, Ifi Sinema dan Rapi Film disutradarai oleh Ody Harahap dan skenarionya ditulis oleh Yayu Yuliani dan Cassandra P. Cameron. Selain duet aktor muda Jefri Nichol dan Syifa Hadju, film ini melibatkan dua aktris dengan jam terbang tinggi, Cut Mini dan Sarah Sechan yang bertindak sebagai ibu dari kedua aktor muda tersebut.
BACA JUGA : Fakta Petualangan Sherina 2
Penggalan film ini sempat viral di medsos. Terutama saat Jefri dan Syifa sama-sama mengunggah pas foto berlatar belakang warna biru yang identik dengan foto mempelauli yang akan mendaftar pernikahan di KUA.
Rencana pernikahan keduanya mendapatkan campur tangan dari kedua ibu mereka, Cut Mini dan Sarah Sechan. Sosok Satya diperankan sebagai orang yang sangat penurut. Ia mengiyakan semua keinginan ibunya sampai membuat Mel pun khawatir dengan rencana pernikahannya bersama Satya.
Berbeda dengan Satya, Mel tampak lebih sibuk dengan segala urusan persiapan pernikahan. Ia menjadi pengambil segala keputusan, ketimbang Satya yang setiap keputusan dalam hidupnya harus mendapat izin dari sang ibu. Sayangnya saat mendekati hari pernikahan, keduanya pun terlibat pertengkaran. Termasuk kedua orangtua mereka yang sudah bersahabat lama, ikatan persahabatannya terancam rusak.
Sutradara Ody Harahap dalam rilisnya mengatakan drama pertengkaran jelang pernikahan memang sering terjadi di dunia fakta. Ini seringkali disebabkan perbedaan pendapat dari dua keluarga. "Di film ini kami mengangkat kisah itu," katanya.
BACA JUGA : 6 Filam Budaya Tentang Jogja, Diluncurkan di Bioskop
Akan tetapi ia berharap masyarakat bisa mengambil pesan dari film tersebut, bahwa pernikahan hakekatnya menyatukan dua keluarga yang berbeda latar belakang termasuk kondisi sosial budaya setiap mempelai.
"Memang seringkali kita temukan urusan pernikahan selalu menimbulkan kekacauan. Dan itu Indonesia banget. Dengan ragam budaya, menyatukan dua keluarga tentu bukan hal yang gampang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Temanggung menilai Jalan Tol Bawen-Jogja mempercepat distribusi barang ke pelabuhan, meningkatkan efisiensi logistik, dan mendukung investasi.
Polisi menyebut dugaan aksi asusila di kafe di Kota Jogja dapat diproses sebagai tindak pidana pornografi jika disertai bukti yang valid.
Rusia mendukung program nuklir Korea Utara dan menolak seruan denuklirisasi Semenanjung Korea karena meningkatnya ketegangan kawasan.
Kejagung menyiapkan kantor sementara dan pejabat struktural untuk operasional tujuh Kejari baru yang dibentuk melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2026.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Kuasa hukum Raudi Akmal menilai sejak awal tidak ada dua alat bukti yang cukup usai PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan.