Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANGKOK—Aroma durian dikenal sangat menyengat. Namun demikian tidak ada yang menyangka aromanya bisa menyebabkan seorang kondektur bus pingsan akibat ada penumpang yang membawa durian.
Peristiwa aneh ini terjadi di Bangkok, Thailand. Kussama Srisong, sang kondektur bus, dibuat terguncang setelah bau durian di dalam busnya menyebabkan dia pingsan. Ia mengungkapnya melalui postingan Facebook tertanggal 9 September 2023 lalu.
BACA JUGA: Ada Museum Makanan Menjijikkan di Swedia, Durian Jadi Salah Satu Koleksinya
Melansir Asiaone, ia mengklaim pertemuannya dengan raja buah-buahan itu menimbulkan reaksi alergi, sehingga dirinya menderita sesak dada dan sesak napas. Srisong mengatakan, kendaraan tersebut kemudian dihentikan sehingga menyebabkan penundaan jadwal keberangkatan.
Bersamaan dengan fotonya yang sedang berbaring miring di kursi bus sambil diasuh oleh dua orang lain di sekitarnya, Srisong menulis: “Bagi penumpang yang membawa durian ke dalam bus, ketika terjadi sesuatu bukan berarti hanya Anda yang tertunda. Orang lain juga harus pulang larut malam karena alergi durian saya.”

Ketika diwawancarai media Thailand, Thairath, Srisong menceritakan bahwa dia sekarang merasa lebih baik, tetapi masih mengalami pusing. Kejadian itu bermula ketika seorang pria masuk ke busnya membawa durian.
Rupanya, meski pria yang membawa durian itu sudah turun dari busnya, namun aroma buah unik itu masih tertinggal di dalam kendaraan.
Selain itu, Srisong juga menyoroti bahwa peraturan bus melarang membawa benda-benda dengan bau menyengat ke dalam kendaraan umum.
“Kalau mau makan, belilah di dekat rumah supaya tidak ada masalah,” katanya memohon.
BACA JUGA: Dua Varietas Baru Durian Diperkenalkan di Embung Tonogoro
Lalu benarkah durian menyebabkan alergi?
Rupanya, alergi ini memang ada, namun tidak banyak. Melansir Channel News Asia, dokter residen di DTAP Clinic Bencoolen dr. Benjamin Loh menuturkan bahwa di Singapura, ada beberapa kasus dugaan alergi durian selama musim durian.
“Berdasarkan literatur penelitian, hanya ada satu penelitian yang meneliti alergi durian,” katanya kemudian seraya menambahkan bahwa alergi terhadap durian mungkin saja terjadi di kemudian hari.
Mengenai apa yang ada di dalam durian yang mungkin menyebabkan alergi, ahli diet dan pendiri Aptima Nutrition & Sports Consultants Jaclyn Reutens mengatakan dalam laporan yang sama bahwa kemungkinan terkait adanya kandungan sulfur dalam durian, sehingga reaksi ini menimpa individu yang alergi terhadap sulfur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Asiaone
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Liga 1 2025/2026 usai menang dramatis atas PSM Makassar dan unggul dari Borneo FC.
Rangkaian hari kedua Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 mencatat sejarah menjadi tuan rumah International Cycling History Conference (ICHC)
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Johann Zarco mengalami cedera ACL, PCL, dan meniskus usai kecelakaan di MotoGP Catalunya 2026 dan terancam absen panjang.
Dugaan tindakan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan Lurah Garongan, Panjatan, Kulonprogo masih terus didalami. Setelah bertemu Bupati Kulonprogo, Agung Setyaw