Perimenopause Picu Risiko Jantung, Perempuan Wajib Waspada
Perimenopause tingkatkan risiko penyakit jantung pada perempuan. Simak hasil studi terbaru dan cara menjaga kesehatan jantung.
Galon air - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Bahaya penggunaan galon isi ulang beredar di media sosial. Disebutkan penggunaan galon isi ulang berbahaya terutama bagi kesehatan janin.
Salah satu akun dalam platform X (sebelumnya Twitter), mengunggah terkait bahaya galon guna ulang yang disebut bisa memicu banyak penyakit. Berikut narasi dari unggahan tersebut :
“Pada nyadar gak sih kalo galon guna ulang itu jijay dan higienitasnya meragukan? Belum lagi ancaman bahaya BPA yg bisa memicu banyak penyakit, kalo mau sehat mending hindari aja dah.”
Namun benarkah klaim yang menyebutkan galon guna ulang berbahaya buat kesehatan?
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra, mengatakan sampai saat ini belum ada penelitian yang menyebutkan penggunaan galon guna ulang dapat menyebabkan gangguan reproduksi, mengganggu pertumbuhan embrio dan janin hingga autisme pada anak.
"Sampai sekarang belum ada tuh penelitian atau hasil kajian yang berkaitan dengan itu. Jadi rasanya hoaks itu," kata Hermawan Saputra, di Jakarta, Jumat (11/8/2023).
Dia menegaskan bahwa galon berbahan polikarbonat itu dipastikan aman untuk dipakai sebagai kemasan pangan. Penegasan sekaligus dilakukan berkenaan dengan beredarnya kampanye hitam terkait paparan Bisphenol A (BPA) dalam galon guna ulang.
BACA JUGA: Siaga Darurat Kekeringan Gunungkidul Berlaku Sampai 30 September
Menurut dia, ada pihak yang tak bertanggung jawab yang menyebarkan ketakutan di tengah masyarakat sehingga publik enggan untuk mengonsumsi air minum untuk memenuhi kebutuhan.
Hermawan tidak menampik bahwa BPA memang digunakan dalam banyak kemasan pangan mulai dari plastik, kaleng hingga galon. Namun, Hermawan yang juga seorang epidemiolog melanjutkan bahwa penggunaan BPA dalam kemasan pangan yang ada di Indonesia, apalagi galon masih dipastikan aman.
Lebih jauh, dia mengatakan bahwa penggunaan galon guna ulang di Indonesia telah melewati berbagai macam tes dan standarisasi. Sehingga penggunaan galon yang beredar di masyarakat sudah dijamin aman oleh banyak lembaga terkait.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa air kemasan galon isi ulang aman untuk digunakan, baik oleh anak-anak dan ibu hamil. Menurutnya, isu-isu seputar bahaya penggunaan air kemasan air guna ulang merupakan berita bohong. "Air kemasan galon guna ulang aman. Itu [isu bahaya air kemasan galon isi ulang] hoaks," kata Menkes.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Perimenopause tingkatkan risiko penyakit jantung pada perempuan. Simak hasil studi terbaru dan cara menjaga kesehatan jantung.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp57.650 per kg menurut data PIHPS Kamis pagi. Telur ayam ras dijual Rp32.500 per kg.
Revisi UU HAM disiapkan untuk melindungi aktivis dan pembela HAM dari kriminalisasi serta memperkuat hak digital dan lingkungan hidup.
Rupiah menguat ke Rp17.653 per dolar AS di tengah penguatan dolar global dan sentimen suku bunga The Fed serta konflik Timur Tengah.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah Indonesia berpotensi hujan ringan hingga petir pada Kamis, termasuk Jawa dan Sumatra.
Volvo EX90 resmi meluncur di Indonesia dengan harga Rp2,5 miliar. SUV listrik premium ini punya jarak tempuh hingga 600 km.