Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Lukisan kotoran sapi karya seniman asal Jerman, Werner Härtl. / Oddity Central
Harianjogja.com, BERLIN—Rupanya, ide seniman dalam membuat karya bisa benar-benar unik. Ada yang menggantikan cat lukis dengan kopi, darah, bahkan kotoran sapi.
Seorang seniman asal Jerman bernama Werner Härtl menarik perhatian khalayak karena hasil karyanya yang berupa lukisan kotoran sapi. Agaknya, saat ini dia adalah satu-satunya seniman terkenal yang menggunakan kotoran sapi encer untuk membuat lukisan bergaya sepia.
Melansir Oddity Central, ia mulai bereksperimen dengan kotoran sapi pada tahun 2012, selama bertugas sebagai pekerja pertanian. Dia mengemas beberapa kotoran ke dalam tabung dan menggunakan air untuk mengencerkannya untuk mendapatkan warna sepia yang berbeda.
Belakangan, dia lebih suka mendapatkan 'cat' langsung dari sumbernya. Jadi dia menempatkan tabung tepat di bawah rektum sapi saat buang air besar.
Dia mengklaim bahwa dua kali sapi itu buang air besar, maka kotorannya bisa digunakan untuk melukis sampai setidaknya setengah tahun.
Werner menggunakan latar belakang pedesaan dan pertanian negara sebagai sumber inspirasi utama untuk lukisannya. Sapi adalah subjek favoritnya, tetapi lukisannya juga menggambarkan traktor dan mesin pertanian lainnya, ladang subur, rumah desa, dan bahkan potret diri.
“Saat melukis, saya menggunakan air untuk mengencerkan kotoran dan mendapatkan warna yang berbeda,” kata dia kepada Ripley's.
“Saya mulai mencoret-coret menggunakan sapuan kuas yang sangat kering dan lembut. Kemudian, saya menggunakan kotoran encer untuk warna terang. Terakhir, saya menggunakan kotoran tanpa campuran air untuk warna gelap.”
Menariknya, Werner Härtl mengklaim bahwa lukisan monokromatiknya tidak berbau sama sekali. “Kalau basah, 'catnya' agak berbau busuk, tapi kalau sudah benar-benar kering, tidak bau lagi,” kata sang seniman.
Ia menambahkan bahwa biasanya perlu waktu beberapa hari untuk menghilangkan bau kotoran sapi dari kanvas, paling lama hingga dua minggu dari selembar kertas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.
Ratusan warga Seloharjo Bantul menolak mantan dukuh kembali menjabat. Gugatan ke PTUN picu aksi dan pemasangan spanduk protes.
Presiden Prabowo beli sapi Brahman 1,2 ton dari Boyolali untuk kurban Iduladha 2026. Simak daftar sapi pilihan dari berbagai daerah.
Kinerja perbankan nasional tetap kuat di tengah tekanan global. Kredit tumbuh 9,49% dan bank BUMN jadi penopang utama ekonomi.
Ingin merencanakan kehamilan? Simak faktor penting seperti usia, kesehatan, dan gaya hidup yang memengaruhi kesuburan.