24 Truk Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Boyolali
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kafein, kandungan yang umum ditemui dalam kopi dan teh, seringkali menjadi pilihan untuk menangkal rasa kantuk, meningkatkan suasana hati maupun kinerja fisik. Bahkan kafein juga dipercaya dapat meningkatkan sistem metabolisme dan mental seseorang.
Genetik memainkan peran penting terhadap tingkat toleransi kafein pada tubuh sebab ada yang mengalami efek seperti pusing, denyut jantung lebih cepat, sering buang air kecil, terjaga sepanjang hari, dan lainya namun sebagian lain tidak mengalami efek serupa atau pengaruhnya tidak terlalu besar.
Terlepas dari tingkat toleransi kafein, mengonsumsinya secara berlebihan dapat memberi efek samping yang buruk bagi tubuh. Salah satu yang paling umum ialah insomnia yang membuat waktu tidur berkurang atau kesulitan untuk tidur.
Selain itu terdapat beberapa efek samping lainnya akibat mengonsumsi kafein berlebihan, selengkapnya simak rangkuman berikut melansir dari Healthline:
Kafein dalam dosis rendah hingga sedang pada sebagian orang dapat meningkatkan kewaspadaan atau kesadaran seseorang, sementara dalam dosis lebih tinggi berpotensi dapat menyebabkan kecemasan atau kegelisahan.
Studi telah menunjukkan asupan kafein yang sangat tinggi sekitar 1.000 mg atau lebih per hari menyebabkan kegugupan, kegelisahan dan gejala serupa juga dapat dialami pada seseorang yang lebih sensitif terhadap kafein, meski hanya mengonsumsi kafein dalam dosis sedang.
Sering kali orang minum kopi di pagi hari untuk membantu buang air besar. Efek pencahar pada kopi ini mengakibatkan pelepasan gastrin, hormon yang diproduksi perut guna mempercepat aktivitas di usus besar.
Tak ayal jika mengonsumsi kafein dalam dosis tinggi akan memicu seseorang untuk buang air besar, diare, bahkan dapat memperburuk penyakit gastroesophageal reflux (GERD) pada sejumlah orang.
Meskipun kafein tidak meningkatkan risiko penyakit jantung atau stroke pada sebagian besar orang. Namun sebuah studi menemukan kafein dapat meningkatkan tekanan darah sebab efek stimulasinya pada sistem saraf.
Untungnya, efek tersebut hanya sementara meski tidak memungkiri dampak lebih kuat dapat terjadi bagi orang yang tidak terbiasa mengonsumsinya. Hal ini tentu berbahaya sebab tekanan darah tinggi dapat merusak arteri lalu menghambat aliran darah ke jantung dan otak, singkatnya menjadi salah satu faktor risiko serangan jantung dan stroke
Penelitian menunjukkan kafein memicu bahan kimia otak tertentu yang hampir sama dengan kokain dan amfetamin, akan tetapi tidak menimbulkan efek kecanduan seperti pada obat-obatan tersebut.
Namun, seseorang yang terbiasa minum kafein dosis tinggi setiap harinya dapat mengalami ketergantungan psikologis atau fisik, sehingga jika tidak mengonsumsi kafein dalam beberapa jam atau sehari memicu rasa sakit kepala, kelelahan, dan gejala lainnya.
Oleh karenanya, agar terhindar dari efek samping tersebut penting untuk memperhatikan jumlah dan waktu mengonsumsi kafein sehingga tidak mengganggu sistem metabolisme dan tubuh bekerja secara optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Pemerintah segera terbitkan aturan baru e-commerce yang mengatur transparansi biaya marketplace dan perlindungan UMKM serta seller.
Kemnaker membuka pendaftaran Bantuan TKM Pemula 2026 dengan dana Rp5 juta untuk mendukung usaha mandiri masyarakat.
Pria di Pacitan menjadi korban penyiraman cairan kimia saat hendak ke pasar. Korban mengalami luka bakar dan dirujuk ke rumah sakit.
Konsultan keuangan Elvi Diana meminta OJK memperketat screening dan edukasi publik guna mencegah maraknya investasi ilegal.
Imigrasi YIA menggagalkan keberangkatan tiga pria diduga calon haji non-prosedural menuju Singapura melalui Bandara YIA.