Selama Januari-Maret 2024, PPATK Endus 1,44 Juta Transaksi Janggal di Perbankan
Sebanyak 324.058 laporan transaksi keuangan mencurigakan (LTKM) selama periode Februari 2021-Maret 2024 ditemukan oleh PPATK
Kesehatan mental/istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA—Sistem pencernaan yang buruk dapat menjadi penyebab gangguan kesehatan mental.
Menurut studi yang dilakukan oleh WHO pada 2019, gangguan kesehatan mental menyumbang sekitar 15 persen dari semua penyakit di seluruh dunia.
Meski genetika, pengalaman hidup, dan faktor lingkungan dianggap sebagai alasan utama terjadinya masalah kesehatan mental.
Namun, menurut Co-Founder & Director Leucine Rich Bio Pvt. Ltd Debojyoti Dhar ketidakseimbangan mikrobiota usus, yang sering disebabkan oleh pola makan yang buruk atau stres kronis, dapat mempengaruhi fungsi otak dan memengaruhi kesehatan mental seseorang.
“Gangguan pencernaan ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan zat kimia di otak yang dapat memicu atau memperburuk gangguan kesehatan mental.” jelasnya mengutip Bisnis.com-jaringan Harianjogja.com dari Times of India, Jumat (23/4/2023
Adanya pengalaman seperti kram perut, diare, atau rasa gelisah di perut saat menghadapi situasi stres menunjukkan adanya keterkaitan yang kuat antara usus dan kondisi mental seseorang. Dalam hal ini, kondisi yang tidak baik pada usus dapat berdampak pada kondisi mental yang tidak stabil.
Saluran pencernaan, yang juga dikenal sebagai 'gut microbiome', memainkan peran yang signifikan dalam memfasilitasi pencernaan, metabolisme, dan peradangan dalam tubuh. Selain itu, mikrobiota usus dapat mempengaruhi suasana hati seseorang.
Usus yang mengalami gangguan, dapat mengirim sinyal masalah ke otak. Sebaliknya, otak yang mengalami gangguan juga dapat mengirim sinyal serupa ke usus. Oleh karena itu, gangguan stres atau kecemasan sering kali muncul sebagai akibat dari gangguan usus.
Menurut para ilmuwan, mikroba usus seperti Dialister dan Coprococcus, yang diidentifikasi pada pasien depresi, dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental.
Selain itu, terapi transplantasi mikrobiota feses (Fecal Microbiota Transplantation/FMT) sebagai percobaan untuk gangguan kesehatan mental juga telah menghasilkan hasil yang positif.
Baca juga: Seluruh Kuota Zonasi Reguler di 17 SMA Negeri di Sleman Ludes
Contohnya, FMT melibatkan transplantasi bakteri dari mikrobiota usus Individu A ke mikrobiota usus Individu B dengan menggunakan sampel tinja dari Individu A.
Beberapa penelitian telah menyatakan FMT dari donor tanpa gangguan kesehatan mental telah mengurangi gejala depresi dan kecemasan pada pasien dengan gangguan kesehatan mental.
Koneksi antara otak dan usus yang erat melalui banyak saraf. Koneksi ini tidak hanya membantu dalam pengaturan emosi, tetapi juga kesehatan pencernaan.
Untuk membangun hubungan kimia dan fisik antara perut dan otak, diperlukan kerja sama dari komponen-komponen berikut:
Saraf besar ini menghubungkan otak Anda dengan usus.
Selain membantu makanan bergerak melalui saluran pencernaan, saraf ini memfasilitasi produksi enzim pencernaan.
"Saraf vagus juga memberikan perasaan kepuasan pada otak dan perut saat Anda makan makanan,” kata Dhar.
Sistem pencernaan manusia terdiri dari berbagai mikroorganisme, yang dikenal sebagai mikrobiota usus.
Ekosistem mikroba ini, yang terdiri dari bakteri dan virus sehat, berperan dalam memecah makanan dan menghubungkan otak Anda dengan sistem saraf enterik (ENS) di dalam usus.
ENS ini sangat penting untuk kesehatan pencernaan dan kesejahteraan mental Anda. Karena menggunakan neuron yang mirip dengan yang ada dalam sistem saraf pusat, ENS juga dikenal sebagai "otak kedua" dalam tubuh manusia.
Neurotransmiter seperti gamma-aminobutyric acid (GABA), dopamin, dan serotonin mengatur emosi seperti rasa takut dan kecemasan dalam otak. Zat-zat pengirim kimia ini juga membantu mengurangi gangguan suasana hati.
Menurut para ahli, produksi neurotransmiter yang sehat dalam otak bergantung pada kesehatan usus.
Cara untuk meningkatkan kesehatan usus Anda adalah dengan menguatkan mikrobiota usus. Diet sehat dan bersih adalah cara terbaik untuk meningkatkan kesehatan usus.
Selain itu, makanan yang kaya serat seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan makanan yang mengandung probiotik seperti yogurt dan zaitun
Pola makan yang sehat dan seimbang merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan usus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Sebanyak 324.058 laporan transaksi keuangan mencurigakan (LTKM) selama periode Februari 2021-Maret 2024 ditemukan oleh PPATK
Ratu Oceania Raya menggelar kegiatan Disney Day 2026 sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia
Jadwal SIM keliling Bantul Mei 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta tips hindari antrean.
Rute Trans Jogja 2026 lengkap dengan tarif terbaru dan sistem pembayaran digital. Praktis, murah, dan terhubung ke seluruh Jogja.
Jadwal pemadaman listrik Jogja 16 Mei 2026 di Sleman, Kota Jogja, dan Gunungkidul. Cek lokasi terdampak dan tips antisipasi.
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengaku mendapatkan pelayanan yang sama dengan pasien umum saat menjalani perawatan di Rumah Sakit DKT