24 Truk Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Boyolali
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Ilustrasi rabies
Harianjogja.com, SOLO—Jika kamu mengalami kondisi berikit ini boleh jadi itu adalah gejala penyakit rabies.
Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis yaitu penyakit yang menular dari hewan ke manusia.
BACA JUGA: Cara Tangani Rabies
Infeksi ini ditularkan oleh hewan yang terinfeksi penyakit rabies. Hewan utama sebagai penyebab penyebaran rabies adalah anjing, kelelawar, kucing dan kera.
Di Indonesia rabies atau yang dikenal dengan penyakit anjing gila masih menjadi salah satu masalah yang mengancam kesehatan masyarakat.
Rabies adalah penyakit menular akut, menyerang susunan saraf pusat yang disebabkan oleh Lyssavirus. Virus rabies bisa menular melalui air liur, gigitan atau cakaran dan jilatan pada kulit yang luka oleh hewan yang terinfeksi rabies. Hewan yang berisiko tinggi untuk menularkan rabies umumnya adalah hewan liar atau hewan peliharaan yang tidak mendapatkan vaksin rabies.
Gejala masa inkubasi virus rabies berkisar 4-12 pekan, setelah masa inkubasi orang yang tertular virus rabies akan mengalami:
gejala mirip flu,
demam otot melemah,
kesemutan atau merasa terbakar di area gigitan,
sakit atau nyeri kepala,
demam,
mual dan muntah,
merasa gelisah,
bingung atau terancam tanpa ada penyebab,
hiperaktif,
halusinasi,
insomnia atau gangguan tidur,
kesulitan menelan ketika makan atau minum serta produksi air liur berlebih.
Gejala penyakit rabies rabies pada manusia berkembang secara bertahap dimulai dengan gejala awal yang mirip flu lalu berkembang menjadi gangguan neurologis yang parah. Meski bisa berakibat fatal, pasien tetap berpeluang sembuh asal segera diobati setelah terpapar virus rabies.
Beberapa cara penanganan luka gigitan hewan/penularan rabies pada manusia, yakni cuci luka gigitan secepatnya dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit lalu diberikan antiseptic. Segera dibawa ke rumah sakit untuk kembali dilakukan pencucian luka dan mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR). Penanganan luka sesegera mungkin efektif dapat mencegah timbulnya gejala dan kematian.
Tindakan-tindakan pencegahan terinfeksi virus rabies adalah dengan mengurangi faktor-faktor risiko dengan cara :
Melakukan vaksinasi rabies pada hewan peliharaan.
Mendapatkan vaksin rabies untuk diri sendiri.
Menjaga kontak dari hewan yang berpotensi memiliki virus rabies.
Menjaga hewan peliharaan agar tidak berinteraksi dengan hewan liar atau asing.
Melaporkan kepada petugas kesehatan apabila menemui seseorang atau hewan yang mempunyai gejala penyakit rabies.
Cegah hewan-hewan lain yang berpotensi menyebarkan rabies masuk kedalam rumah.
Demikian informasi tentang gejala penyakit rabies
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Wajah bengkak dan sembap bisa jadi tanda stres kronis. Simak penjelasan dokter dan dampaknya bagi kesehatan tubuh dan mental.
Jepang umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Yuto Nagatomo kembali, sementara Mitoma dan Minamino absen karena cedera.
Gerindra sidang anggota DPRD Jember yang viral merokok dan main gim saat rapat stunting. Publik menunggu sanksi dari majelis kehormatan.
Relokasi SDN Nglarang Sleman mulai bergerak. Pembangunan gedung baru ditargetkan mulai Mei 2026 akibat proyek Tol Jogja-Solo.