Guru di Ponorogo Kecelakaan, Motornya Malah Dibawa Kabur Pencuri
Motor Honda Beat milik guru di Ponorogo dibawa kabur setelah kecelakaan. Polisi menangkap terduga pelaku di Kabupaten Kediri.
Ilustrasi anak-anak/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Tingkat EQ (Emotional Quotient) atau kecerdasaan emosional tak kalah penting dengan IQ (Intelligence Quotient) atau kecerdasan intelektual. Tidak sedikit orang tua yang cenderung mementingkan kecerdasan intelektual sejak dini dibandingkan kecerdasan emosional.
Padahal kecerdasan emosional anak bukan sekadar kemampuannya untuk mengendalikan emosi atau mengekspresikan emosi secara baik dan sehat namun juga terkait mengenali, menerjemahkan, dan bereaksi terhadap emosi orang lain dengan cara yang sehat pula.
Terbukti oleh studi yang menunjukkan bahwa anak dengan kecerdasan emosional yang lebih tinggi memiliki tingkat konsentrasi yang lebih baik, berperan aktif di sekolah, memiliki hubungan yang lebih positif, serta lebih berempati.
Daniel Goleman, seorang ahli psikolog menyampaikan terdapat lima komponen penting dalam kecerdasan emosional yaitu kesadaran diri, pengaturan diri, empati, keterampilan sosial, dan motivasi intrinsik.
Baca juga: 5 Spot Kantin Kampus Enak nan Halal di Jogja
Berikut ialah beberapa tanda anak memiliki tingkat kecerdasan emosional yang tinggi:
1. Anak dapat melabeli emosi mereka
Melabeli emosi dalam artian memahami apa itu marah, sedih, takut atau membedakan antara frustasi dan marah, menjadi satu tanda penting dari perkembangan awal kecerdasan emosional.
Misalnya ketika anak mengatakan “Aku sedih tidak bisa bermain dengan teman-teman,” “Aku sangat senang karena mendapatkan sepeda baru,” “Aku takut saat ayah bepergian semalaman,” pernyataan serupa ialah sejumlah contoh dan tanda positif dari kemampuan anak untuk melabel emosi mereka.
2. Anak mengenali emosi pada orang lain
Seorang anak yang cerdas secara emosional dapat dengan mudah dan akurat merasakan atau mengenali perasaan orang lain, misalnya dengan menangkap isyarat nonverbal.
Seperti ketika melihat seseorang tersenyum anak akan berpikir mereka merasa bahagia, menolong temannya yang membutuhkan bantuan atau saat melihat mengetahui orang tuanya sedih mereka mungkin menawarkan sebuah pelukan.
3. Pendengar yang baik
Pendengar yang baik serta rasa simpati merupakan tanda lain dari anak yang cerdas secara emosional. Contohnya anak dikenal sebagai “pemecah masalah” karena sering mendengar dan membantu temannya memperbaiki keadaan atau dipercaya teman mereka untuk menceritakan masalahnya tanpa khawatir akan diadili.
4. Rasa penasaran yang tinggi
Tanda kecerdasan emosional lainnya ialah rasa penasaran yang tinggi menunjukkan anak memiliki pikiran terbuka serta keinginan belajar tentang dunia atau orang lain. Hal ini ditandai saat anak kerap kali bertanya "mengapa" atau tertarik pada cerita tentang orang lain.
Memberikan perhatian khusus terhadap rasa penasaran anak akan membuat mereka memiliki rasa haus akan pengetahuan di masa yang akan datang dan juga menjadi komponen kunci dari EQ.
5. Nyaman mengatakan “Tidak” ke teman seusianya
Anak dengan kecerdasan emosional mampu dan memahami batasan pribadi mereka. Misalnya saat anak tidak menyukai sesuatu atau ingin menolak ajakan bermain, mereka tidak segan untuk menolak secara tegas namun tetap dengan cara yang sopan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Motor Honda Beat milik guru di Ponorogo dibawa kabur setelah kecelakaan. Polisi menangkap terduga pelaku di Kabupaten Kediri.
Tecno Megabook K15S hadir di Indonesia dengan Ryzen 5 7430U, layar 15,6 inci, baterai 70 Wh, dan harga mulai Rp8,59 juta.
Volkswagen dikabarkan berencana memangkas 12.000 pekerja tambahan hingga 2030. Serikat IG Metall mengancam mogok mulai 2027.
Danantara mengakuisisi hotel dan lahan di Makkah. Komnas Haji berharap investasi ini meningkatkan layanan sekaligus menekan biaya haji dan umrah.
Jenazah Anggota VI BPK RI Fathan Subchi diperkirakan tiba di Jakarta pada Senin, lalu disemayamkan di Kantor BPK dan rumah duka di Condet.
Polri menetapkan 256 tersangka kasus karhutla yang membakar 35.390,99 hektare lahan. Penindakan menyasar pelaku perorangan dan korporasi.