Prabowo Panen Raya Udang di Kebumen, Serap 650 Pekerja
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen. Proyek budidaya udang ini disebut menyerap 650 tenaga kerja.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah film dokumenter garapan Netflix mengisahkan sebuah keluarga yang kehilangan sosok pemimpin keluarga mereka. Lucy Cohen sang sutradara ingin menunjukkan bagaimana keluarga Shanks yang ditinggalkan menghadapi kesedihan ini dengan cara yang berbeda-beda.
Sebelum tayang di Netflix pada 2017 silam, film dokumenter ini sempat tayang di London Film Festival. Tak hanya perihal menghadapi kesedihan film ini juga mengajarkan bagaimana pengidap gangguan autis juga punya empati.
Seperti ungkapan Osborn, satu-satunya putra di keluarga Shank mengatakan, “Kami memiliki begitu banyak empati, hanya saja kami tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan itu.”
Sinopsis Kingdom of Us
Kehilangan sosok ayah tentu suatu hal yang berat ditambah ketika sosok panutan ini melakukan bunuh diri. Kematian Paul Shanks pada 2007 itu meninggalkan Vikie, istrinya dan ketujuh buah hatinya–enam perempuan dan seorang laki-laki.
Baca juga: Hello Ghost, Film Korea Legendaris Dibikin Versi Indonesia
Kisah dimulai dengan adegan Paul Shanks seorang ayah sekaligus musisi yang begitu ceria, kerap kali bersenang-senang dengan anak, bahkan rasa cintanya begitu ketara dengan menciptakan lagu khusus untuk masing-masing anaknya.
Seiring waktu sosok lain dari Paul pun mulai tampak, sosoknya yang lebih dingin dan terobsesi untuk mengontrol. Setelah kehilangan Paul, keluarganya mesti menghadapi kesulitan finansial sekaligus kesedihan mereka.
Vikie sendiri adalah seorang advokat dan juru kampanye yang bekerja untuk pemahaman yang lebih baik tentang autisme dan kesehatan mental, bukan tanpa alasan hal ini ia lakukan karena; lima dari tujuh anaknya memiliki gangguan spektrum autis.
Selama menjalani proses penerimaan kepergiaan sang kepala keluarga, kerap kali ditampilkan rekaman dimana Vikie dan ketujuh anaknya menonton ulang rekaman dari kaset VHS maupun mendengarkan kaset audio untuk mengumpulkan ingatan ayah mereka perlahan terlupakan.
Sisi lain ada pula adegan bagaimana masing-masing anak menghadapi kesedihan mereka, seperti Kacie, Lorie, Mirie, Nikita, dan Pippa tampil bersama dalam pertunjukan bakat, menyanyikan lagu khusus didedikasikan untuk ayah mereka.
Namun disaat bersamaan Pippa sebagai anak bungsu hanya memiliki segelintir memori tentang sang ayah, membuat kesedihannya berkembang menjadi gangguan makan hingga percobaan bunuh diri sampai ia dilarikan ke rumah sakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen. Proyek budidaya udang ini disebut menyerap 650 tenaga kerja.
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.