Awas! Jebakan Pinjol Ilegal Saat Daya Beli Turun
Penurunan daya beli masyarakat telah berdampak pada peningkatan permintaan pinjaman. Kondisi tersebut perlu diwaspadai terutama jebakan pinjaman online atau Pin
Ilustrasi perut kembung / Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA– Puasa bisa menyebabkan beberapa gejala kesehatan yang sering dikeluhkan, terutama pada hari-hari pertama puasa saat tubuh sedang beradaptasi dengan perubahan pola makan.
Mengonsumsi makanan yang memiliki gizi seimbang, menghindari minuman beralkohol jingga membatasi konsumsi kafein dan gula, dapat membantu mencegah keluhan sakit saat berpuasa.
Kurangnya asupan air selama puasa bisa menyebabkan dehidrasi, yang ditandai dengan mulut kering, sakit kepala, lelah, dan haus berlebihan. Oleh karena itu, penting untuk minum air yang cukup saat sahur dan berbuka.
Merespon viralnya penggunaan oralit yang digunakan masyarakat untuk mengatasi dehidrasi, hal itu sontak tidak disetujui sejumlah dokter.
Edukator Kesehatan PB IDI Tan Shot Yen mengatakan seharusnya orang sehat tidak perlu menggunakan itu.
“Sampai sejauh ini tidak ada bukti kaitan oralit untuk rehidrasi di masa Ramadan ya. Kalau hanya berdasarkan pengalaman masing-masing orang, itu tidak bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya dalam Media Briefing Virtual, Jumat (31/3/2023).
Hipoglikemia atau kadar gula darah yang rendah dapat terjadi jika seseorang tidak makan atau minum cukup saat sahur atau berbuka puasa. Gejala hipoglikemia meliputi rasa lapar yang sangat, berkeringat, gemetar, dan pusing.
"Goreng-gorengan sebaiknya jangan terlalu banyak. Semua harus seimbang ya," katanya.
Puasa dapat menyebabkan sakit kepala, terutama pada hari-hari pertama puasa. Ini dapat disebabkan oleh dehidrasi atau perubahan hormon dalam tubuh.
Beberapa orang mungkin mengalami gangguan pencernaan selama puasa, seperti sakit perut, mulas, atau diare. Ini dapat terjadi karena perubahan pola makan atau karena makanan yang tidak tepat saat berbuka.
Beberapa orang mungkin merasa lebih lelah saat puasa, terutama pada hari-hari pertama. Ini dapat disebabkan oleh kurangnya energi yang disediakan oleh makanan dan kurangnya tidur yang cukup.
Perut kembung atau gas dapat terjadi akibat makanan yang terlalu banyak saat sahur atau berbuka. Hindari makanan yang mengandung banyak gula, minuman bersoda, dan kacang-kacangan karena dapat meningkatkan produksi gas dalam perut.
Puasa dapat memicu masalah pencernaan seperti maag, terutama jika seseorang tidak mengatur pola makan dengan baik.
Kekurangan cairan dan elektrolit dapat menyebabkan kram otot, terutama jika seseorang tidak minum cukup air selama berpuasa.
Tan pun berpesan, pastikan untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi serta minum cukup air untuk menjaga kesehatan tubuh selama berpuasa.
“Isi piringku aja udah cukup mineralnya, natriumnya, lauk dimasak itu pasti ada garam, buah ada gula. Jangan lupa juga untuk beristirahat yang cukup,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Penurunan daya beli masyarakat telah berdampak pada peningkatan permintaan pinjaman. Kondisi tersebut perlu diwaspadai terutama jebakan pinjaman online atau Pin
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.
Chelsea dikabarkan segera menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru dengan kontrak empat tahun usai tercapai kesepakatan prinsip.
212 T01 facelift resmi meluncur di Beijing Motor Show 2026 dengan desain baru dan siap menantang Jeep Wrangler di pasar global.
Persib Bandung menghadapi PSM Makassar dengan kondisi pincang setelah Bojan Hodak dan tiga pemain utama dipastikan absen.
Alex Marquez menang dramatis pada Sprint Race MotoGP Catalunya 2026, sementara Jorge Martin kembali crash dan gagal finis.