KPK Sita Dokumen Saat Geledah Kantor Bupati Muara Enim
KPK menyita dokumen saat menggeledah Kantor Bupati Muara Enim dan sejumlah lokasi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi dan suap.
Lidah
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemain Madura United, Ricky Ariansyah sempat mengalami kondisi lidah tertelan. Ia sampai harus kehilangan kesadaran, karena berbenturan dengan pemain PSIS, Farrel Arya.
Kronologi bermula pada masa injury time, di mana Ricky melompat untuk menyudul bola ke gawang PSIS.
Saat melompat itulah, kaki Farrel tanpa sengaja mengenai bagian badan Ricky, sampai akhirnya Ricky pun jatuh dengan kepala membentur lapangan dengan keras.
Lantas, apa yang menyebabkan seseorang mengalami cedera “lidah tertelan”?
Melansir dari FIFA, tidak ada istilah medis yang menjelaskan soal cedera “tounge swallowing” alias “lidah tertelan”
Baca juga: Ada 134 Pegawai Pajak Punya Saham di 280 Perusahaan, KPK Akan Adukan ke Sri Mulyani
Hanya saja, itu menjadi perumpamaan yang pas untuk menggambarkan kondisi bergesernya bagian belakang lidah hingga menutup saluran pernapasan yang terletak tepat di bawah lidah. Bukan berarti lidah masuk ke dalam tenggorokan.
“Di dalam dunia olahraga, kasus lidah tertelan umumnya disebabkan oleh benturan fisik atau trauma. Sampai akhirnya, lidah menghalangi saluran pernapasan orang dewasa yang tidak sadar,” tulis manajemen FIFA.
Pihak FIFA mengatakan, kondisi lidah tertelan ini sangatlah berbahaya. Jika saluran pernapasan terlalu lama terhalang oleh lidah, maka bisa membuat pasokan oksigen ke paru-paru dan jantung berkurang hingga dapat menyebabkan kematian.
Para pemain dan pelatih dianjurkan memahami risiko dan mengenali kondisi tongue swallowing.
Menurut FIFA, jika seorang pemain sepakbola mengalami tabrakan dengan pemain lain, tiang gawang atau tanah sampai akhirnya tidak sadarkan diri. Berikut adalah beberapa hal yang harus dilakukan adalah:
1. Segera memanggil pertolongan medis dan memberikan perawatan darurat yang tepat.
2. Periksa respons dengan berbicara kepada pemain dengan keras dan lantang
3. Jika tidak ada respon, lihat ke dalam mulut pemain untuk melihat apakah lidah menghalangi jalan napas mereka atau tidak
4. Periksa apakah ada tanda pernapasan Adekuat, yaitu dada dan perut naik turun seirama dengan pernapasan, jika “ya” silakan miringkan badan korban
5. Jika pemain tidak responsif, hal yang biasa menghalangi saluran pernapasan mereka, adalah lidah. Maka, penolong bisa mengangkat dagu korban ke atas, yang kemungkinan bisa mengubah posisi lidah korban
6. Jangan coba-coba untuk menarik lidah keluar atau menempatkan lidah ke jari di mulut korban, karena bisa membahayakan dan memperparah kondisinya.
7. Jika pemain tidak bernapas sama sekali, mereka mengalami henti jantung, maka Anda harus memulai CPR, upaya pertolongan pertama gawat darurat secara medis.
Kemudian, pasang AED alias defibrillator eksternal otomatis adalah suatu perangkat ringan, portabel yang memberikan kejutan listrik melalui dinding dada ke jantung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
KPK menyita dokumen saat menggeledah Kantor Bupati Muara Enim dan sejumlah lokasi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi dan suap.
Enam wakil Indonesia bertanding di babak 32 besar Macau Open 2026. Sorotan tertuju pada duel Prahdiska Bagas Shujiwo melawan Lee Zii Jia.
Mehdi Torabi terancam absen membela Iran di Piala Dunia 2026 setelah visa masuk Amerika Serikat miliknya kedaluwarsa usai laga perdana.
Cristiano Ronaldo memimpin Portugal menghadapi RD Kongo pada laga perdana Grup K Piala Dunia 2026 dalam misi mengejar gelar juara dunia pertama.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Ribuan warga dan wisatawan mengikuti Mubeng Beteng malam 1 Sura di Jogja. Tradisi tapa bisu dinilai menjadi ruang refleksi dan healing bagi generasi muda.