Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, ISTANBUL—Seorang wanita berusia 20 tahun di Turki ditangkap setelah ketahuan jadi dokter palsu. Dia bekerja sebagai dokter di rumah sakit umum, padahal tidak pernah belajar kedokteran.
Perempuan bernama Ayşe Özkiraz itu mengaku hal itu dilakukannya karena tidak ingin mengecewakan keluarga. Menurutnya, keluarganya selalu menginginkannya menjadi seorang dokter, jadi setelah lulus SMA dia mengikuti ujian sekolah kedokteran, namun ia selalu gagal. Alih-alih mengakui kegagalannya dan melanjutkan hidup, gadis itu memberi tahu keluarganya bahwa dia telah diterima di Universitas Kedokteran Capa yang bergengsi dan dia sedang belajar untuk menjadi seorang dokter. Dia bahkan memalsukan nilai ujian dan surat-surat pendaftarannya sehingga orang tuanya tidak akan curiga.
Rupanya, gadis muda itu tidak hanya berbohong kepada keluarganya. Dia menetap di sebuah asrama di Istanbul dan memberi tahu orang-orang bahwa dia adalah seorang mahasiswa kedokteran. Dia juga mencetak kartu identitas mahasiswa palsu dan mulai berkeliaran di Universitas Kedokteran Capa, serta berinteraksi dengan mahasiswa kedokteran yang sebenarnya.
Suatu hari, ketika ibunya sakit dan harus dibawa ke rumah sakit di kota Tekirdağ, Ayşe pulang dari asrama untuk menemui ibunya dan mulai memberi tahu staf di rumah sakit bahwa dia sendiri adalah seorang dokter. Dia juga berbohong tentang usianya, mengaku berusia 25 tahun ketika dia baru berusia 20 tahun, dan menggunakan kartu mahasiswa palsu, kartu identitas dokter, dan bahkan sebuah plakat yang menunjukkan bahwa Özkiraz telah lulus dengan peringkat teratas di kelasnya.
Setelah mendapatkan kepercayaan dari staf rumah sakit, Ayşe Özkiraz bahkan ditawari kesempatan untuk bekerja di sana. Dia langsung mengambil kesempatan itu, meski tidak pernah belajar praktik kedokteran.
“Seiring waktu, saya mendapatkan cinta dan kepercayaan dari para dokter di rumah sakit. Seorang dokter kepala, yang saya beri tahu bahwa saya ingin menjadi ahli bedah anak, bahkan mengikutsertakan saya dalam operasi. Selama operasi, dia mengatakan kepada saya, 'ayo, kamu menjahit lukanya,'” kata Özkiraz dikutip dari Oddity Central.
Namun, kebohongan memang tidak bertahan lama. Salah satu dokter asli di rumah sakit di Tekirdağ merasa curiga karena dia terus menghindari menjawab pertanyaan medis dasar dan beberapa kali salah menjawab. Ketika mereka yakin bahwa perempuan itu berbohong tentang pendidikannya, staf melaporkannya ke polisi.
Saat menggeledah apartemen sewaan Ayşe Özkiraz, polisi menemukan beberapa KTP palsu dari beberapa rumah sakit di Turki, dokumen palsu, dan seragam medis. Dia ditangkap dan akhirnya mengaku menyamar sebagai dokter selama lebih dari setahun.
Atas kejadian itu, orang tua Özkiraz masih tidak percaya bahwa anak mereka tega berbohong kepada mereka. "Anak saya tidak akan pernah melakukan hal seperti itu," kata ibu Ayşe Özkiraz kepada wartawan. “Dia makan di ruang operasi, kepala dokter juga bersamanya. Dia ada di foto dengan dokter. Saat kami mengobrol di panggilan video, dia duduk di kamar bersama para perawat. Apakah ini semua bohong? Kami tidak bisa mengerti apa-apa!”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Oddity Central
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.