Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Seorang wanita muda asal China baru-baru ini mengalami retak pada tulang rusuknya usai batuk parah saat menyantap makanan pedas. - Oddity Central
Harianjogja.com, SHANGHAI—Bagi pecinta makanan pedas, barangkali harus lebih berhati-hati lagi. Pasalnya, seorang wanita muda asal China baru-baru ini mengalami retak pada tulang rusuknya usai batuk parah saat menyantap makanan pedas.
Jika Anda pernah makan sesuatu yang pedas, Anda pasti tahu bahwa itu bisa menyebabkan sedikit batuk. Apa yang mungkin tidak Anda ketahui adalah bahwa dalam kasus ekstrim, batuk akibat makanan pedas sebenarnya dapat menyebabkan patah tulang.
Melansir Oddity Central, perempuan yang hanya disebut bermarga Huang itu tengah menikmati makanan pedas kesukaannya, sebelum ia akhirnya batuk-batuk secara mendadak. Selama batuk yang parah itu, ia merasa mendengar suara retakan tajam dari area dadanya. Seketika, ia merasakan nyeri saat bernapas dan ketika mencoba berbicara.
"Awalnya, saya pikir itu stroke atau semacamnya, saya tidak menyangka akan sakit parah. Saya bahkan tidak bisa berjalan,” kata Huang.
Dalam kondisi susah bernapas dan melangkahkan kakinya, Huang berhasil pergi ke rumah sakit setempa dan menjalani CT scan. Hasil pemeriksaan mengungkapkan bahwa empat tulang rusuknya patah.
Setelah mendengar cerita wanita tersebut tentang batuknya, dokter melakukan pemeriksaan kepadatan tulang. Ternyata, hasilnya normal. Setelah memberikan pemeriksaan lebih lanjut, seorang ahli bedah toraks menyimpulkan bahwa patahnya tulang rusuk itu disebabkan oleh ototnya yang lemah dan berat badannya yang terlalu kurus.
“Tulang rusuk Anda bisa terlihat jelas di bawah kulit. Tidak ada otot untuk menopang tulang, jadi tulang rusuk Anda mudah patah hanya karena batuk,” kata dokter tersebut kepada Huang.
Wanita muda itu mengakui bahwa dirinya memang kurus, terutama di tubuh bagian atas. Tinggi badannya 171 cm dan beratnya 57 kg.
Untuk menyembuhkan kondisinya, Huang harus istirahat total dan menggunakan korset medis khusus selama sebulan. Dia juga harus menjalani diet untuk menambah berat badan dan meningkatkan massa ototnya. Dokter mengatakan hal itu perlu dilakukan, agar kejadian yang sama tak berulang di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Oddity Central
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
DPD DIY dorong percepatan pengesahan RUU Masyarakat Adat demi kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat adat.
Penelitian terbaru ungkap pola tulisan tangan bisa jadi indikator awal penurunan fungsi kognitif pada lansia.
Rupiah melemah ke Rp17.800, DPR tegaskan kondisi bukan krisis 1998. Sektor perbankan dinilai masih stabil.
Tren wisata 2026 berubah, turis kini cari pengalaman emosional, healing, dan perjalanan bermakna ke Jepang, Korea, hingga China.
Peringatan 20 tahun gempa Jogja jadi momentum penguatan kesiapsiagaan bencana berbasis teknologi, kolaborasi, dan edukasi masyarakat.