DPRD Jateng Soroti 19 Titik Pengeboran Geotermal, ESDM Diminta Temui Warga
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Sunblock dan sunscreen merupakan dua jenis produk tabir surya yang saat ini umum digunakan dan beredar di masyarakat. Keduanya kerap dianggap sama karena berfungsi menangkal bahaya sinar UV dari pancaran matahari.
Ahli dermatologi dr. Kardiana Dewi, Sp.KK, FINSDV mengungkapkan rupanya kedua produk itu memiliki perbedaan khususnya dari jenis, cara kerja, dan karakteristiknya.
"Kalau sunblock itu jenisnya tabir surya physical. Artinya saat produk digunakan di kulit, produk itu akan langsung secara otomatis menangkal kandungan UVB dari sinar matahari," kata wanita yang akrab disapa Dokter Dewi itu dikutip dari Antara, Jumat (2/12/2022).
Penggunaan sunblock lebih direkomendasikan untuk masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dalam durasi yang panjang seperti berjemur di pantai atau mendaki gunung.
Baca juga: Maskara Bakal Tahan Seharian dengan 4 Cara Ini
Karena cara kerjanya yang langsung menangkal bahaya UVB, maka biasanya sunblock memiliki karakteristik bahan yang lebih tebal atau thick.
Maka tidak perlu heran ketika menggunakan sunblock pengguna kerap mengalami whitecast atau kondisi saat permukaan kulit terlihat putih di beberapa titik karena karakteristik produk yang lebih tebal dari produk perawatan tubuh lainnya.
Berbeda dengan sunblock, sunscreen tergolong dalam tabir surya jenis chemical.
Tabir surya berjenis chemical artinya produk memiliki cara kerja mengubah paparan radiasi dari sinar matahari yang terserap kulit menjadi kandungan yang tidak berbahaya bagi tubuh.
"Sunscreen ini teksturnya lebih enak untuk dipakai, apalagi untuk wanita karena dia lebih bisa nge-blend dengan warna kulit dan juga makeup," kata dokter Dewi.
Sunscreen menjadi produk tabir surya yang paling banyak jenis pilihan teksturnya mulai dari bentuk gel, krim, powder, spray, hingga stick.
Dokter Dewi merekomendasikan penggunaan sunscreen untuk kegiatan sehari-hari yang tak terlalu banyak terpapar sinar matahari.
Selain memilih sesuai fungsi dan cara kerjanya, khusus untuk bagian muka Dokter Dewi mengingatkan agar masyarakat bisa memilih produk tabir surya sesuai jenis kulitnya.
Bagi yang memiliki kulit wajah berminyak disarankan menggunakan tabir surya yang produknya tidak akan menumpuk seperti gel atau spray.
Sementara untuk yang memiliki kulit wajah kering, ada baiknya menggunakan tabir surya yang lebih melembapkan seperti bentuk krim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Ditjenpas memeriksa Ferdy Sambo dan 54 warga binaan lain usai temuan Ombudsman RI terkait fasilitas mewah di Lapas Cibinong.
Harga bahan bakar pesawat melonjak, AirAsia menaikkan tarif tiket baru 20%-25% atau lebih. Ini alasan tiket lama tak bisa dinaikkan.
Renault 8 Gordini Concept hadir sebagai coupe listrik 270 HP bergaya café racer. Ikon balap 1964 ini tidak diproduksi massal, simak detailnya.
Lansia belum punya akta kelahiran tetap bisa mengurus ke Disdukcapil. Gunakan SPTJM F-2.03 dan F-2.04 bila dokumen hilang.