Jejak Romusha Pekanbaru Dikenang, Keluarga Korban dari Belanda Datang
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Sunblock dan sunscreen merupakan dua jenis produk tabir surya yang saat ini umum digunakan dan beredar di masyarakat. Keduanya kerap dianggap sama karena berfungsi menangkal bahaya sinar UV dari pancaran matahari.
Ahli dermatologi dr. Kardiana Dewi, Sp.KK, FINSDV mengungkapkan rupanya kedua produk itu memiliki perbedaan khususnya dari jenis, cara kerja, dan karakteristiknya.
"Kalau sunblock itu jenisnya tabir surya physical. Artinya saat produk digunakan di kulit, produk itu akan langsung secara otomatis menangkal kandungan UVB dari sinar matahari," kata wanita yang akrab disapa Dokter Dewi itu dikutip dari Antara, Jumat (2/12/2022).
Penggunaan sunblock lebih direkomendasikan untuk masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dalam durasi yang panjang seperti berjemur di pantai atau mendaki gunung.
Baca juga: Maskara Bakal Tahan Seharian dengan 4 Cara Ini
Karena cara kerjanya yang langsung menangkal bahaya UVB, maka biasanya sunblock memiliki karakteristik bahan yang lebih tebal atau thick.
Maka tidak perlu heran ketika menggunakan sunblock pengguna kerap mengalami whitecast atau kondisi saat permukaan kulit terlihat putih di beberapa titik karena karakteristik produk yang lebih tebal dari produk perawatan tubuh lainnya.
Berbeda dengan sunblock, sunscreen tergolong dalam tabir surya jenis chemical.
Tabir surya berjenis chemical artinya produk memiliki cara kerja mengubah paparan radiasi dari sinar matahari yang terserap kulit menjadi kandungan yang tidak berbahaya bagi tubuh.
"Sunscreen ini teksturnya lebih enak untuk dipakai, apalagi untuk wanita karena dia lebih bisa nge-blend dengan warna kulit dan juga makeup," kata dokter Dewi.
Sunscreen menjadi produk tabir surya yang paling banyak jenis pilihan teksturnya mulai dari bentuk gel, krim, powder, spray, hingga stick.
Dokter Dewi merekomendasikan penggunaan sunscreen untuk kegiatan sehari-hari yang tak terlalu banyak terpapar sinar matahari.
Selain memilih sesuai fungsi dan cara kerjanya, khusus untuk bagian muka Dokter Dewi mengingatkan agar masyarakat bisa memilih produk tabir surya sesuai jenis kulitnya.
Bagi yang memiliki kulit wajah berminyak disarankan menggunakan tabir surya yang produknya tidak akan menumpuk seperti gel atau spray.
Sementara untuk yang memiliki kulit wajah kering, ada baiknya menggunakan tabir surya yang lebih melembapkan seperti bentuk krim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.