7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Mengucir atau mengikat rambut/Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Rambut yang panjang seringkali mengganggu aktivitas harian jika tidak diikat maupun dijepit menggunakan jedai (jepitan badai). Rambut biasanya akan diikat atau dijepit asal-asalan selama tidak mengganggu aktivitas lagi.
Kebiasaan mengikat atau menjepit rambut yang salah dapat memicu rambut rusak, salah satunya rambut jadi lebih mudah rontok. Hal ini dapat terjadi jika mengikat rambut terlalu kencang yang melemahkan rambut di akarnya. Akibatnya selain rontok, rambut pun menipis, patah, atau garis rambut mundur.
Lantas, mana yang lebih baik mengikat atau menjepit rambut? Keduanya sama-sama baik selama tidak memutar atau menarik rambut terlalu kencang dan mengakibatkan rambut kesulitan bernapas serta melakukan regenerasi.
Pastikan untuk tidak menguncir rambut basah atau berkeringat. Elastisitas rambut yang basah lebih tinggi, sehingga jika dikuncir atau dijepit akan menambah tegangan dan dampaknya rambut menjadi patah.
Baca juga: Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, Disdikpora DIY Melarang Perpeloncoan
Selalu sisir rambut terlebih dahulu sebelum dikuncir, sebab kerap kali seseorang menguncir rambut karena malas menyisir atau khawatir tampak tidak rapi. Padahal menguncir atau menjepitnya, justru membuat rambut lebih mudah kusut.
Jika ingin menggunakan ikat rambut pilihlah bahan kain yang lembut seperti sutra atau tidak membuat rambut terlalu ketarik saat memakainya serta ikat secara longgar.
Sementara untuk pemilik rambut tipis lebih disarankan untuk menggunakan jedai, dengan gigi berjarak agak lebar, daripada mengikat rambut guna mengurangi tekanan pada rambut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah di DIY cerah pada Kamis 13 Agustus 2026. Bantul berpotensi berawan, sementara Kota Jogja terpanas.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.