Geger Boyolali! Mayat Pria Ditemukan Terkubur di Dapur
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Manfaat makan makanan pedas
Harianjogja.com, JAKARTA—Makanan pedas sering disebut bisa sebabkan penyakit. Namun, hasil studi menyebut makanan pedas juga dapat mengurangi berat badan.
Hasil studi berfokus pada senyawa Capsaicin yang terkandung pada cabai. Kandungan senyawa itulah yang disebut dapat memberikan efek pedas.
Selain itu, penelitian juga mengungkapkan bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak makanan pedas cenderung tidak mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
Capsaicin sangat berperan dalam meningkatkan kemampuan tubuh dalam membakar lebih banyak energi dan memecah lemak tubuh.
Capsaicin bekerja pada bagian otak yang mengontrol rasa lapar dan kenyang (Hipotalamus), dengan begitulah cara senyawa itu membuat manusia cenderung merasa lebih cepat kenyang saat mengonsumsi makanan pedas.
Selain dapat membakar lebih banyak lemak, senyawa capsaicin dalam cabai juga dapat membantu menghancurkan peradangan tingkat rendah di usus, sejenis peradangan yang dihubungkan dengan obesitas.
Senyawa Capsaicin yang berperan dalam membantu memecah lemak tubuh manusia dapat meningkatkan kesehatan jantung.
BACA JUGA: Daftar Vitamin Paling Ampuh Menghadapi Flu
Beberapa hasil studi mengemukakan bahwa dengan mengonsumsi makanan pedas dapat mengurangi tubuh manusia dari risiko penyakit seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes tipe 2.
Sebuah studi menunjukkan bahwa capsaicin sebenarnya baik untuk mikrobioma pada usus manusia.
Mikrobioma merupakan suatu komunitas bakteri dan mikroba lain yang sangat berperan dalam fungsi kekebalan dan aspek kesehatan lainnya
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di tahun 2015 didapatkan suatu kesimpulan bahwa manusia yang mengonsumsi makanan pedas enam atau tujuh kali sehari, terutama mengonsumsi cabai segar dan kering itu memiliki tingkat kematian lebih rendah sekitar 14 persen, dibandingkan manusia yang hanya mengonsumsi makanan yang hambar.
Sementara itu, didapati pula bahwa manusia yang mengonsumsi makanan pedas hanya satu kali dalam seminggu dapat mengalami penurunan sekitar 10 persen dalam risiko kematian.
BACA JUGA: Awas! Usia Penderita Sakit Jantung Kini Semakin Muda
Hasil penelitian yang dilakukan University of Texas dengan melibatkan pasien kanker menyebutkan bahwa makanan pedas berperan dalam membantu memperlambat atau menghentikan pertumbuhan sel tumor.
Manfaat lain dari mengonsumsi makanan pedas adalah tubuh Anda dapat lebih mentolerir apabila mendapati adanya suhu panas di dalam tubuh.
Universitas Cincinnati melakukan penelitian manfaat senyawa Capsaicin dengan melibatkan 44 orang yang menderita rinitis non-alergi. Dalam penelitian tersebut, mereka diberi semprotan hidung yang mengandung capsaicin atau plasebo dan didapati hasil bahwa semprotan dengan capsaicin dapat meredakan gejala rinitis lebih cepat.
Disebut sering menyebabkan maag, justru dalam suatu studi disebutkan bahwa capsaicin berperan dalam membantu, mencegah, menyembuhkan dan menghambat produksi asam dan meningkatkan aliran darah pada lambung
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.
Sam Altman mengungkap Gen Z kini memakai ChatGPT sebagai penasihat hidup, berbeda dengan generasi tua yang masih menggunakannya seperti Google.
Jadwal bola malam ini 18-19 Mei 2026 menghadirkan Arsenal vs Burnley, semifinal Liga Arab Saudi, hingga La Liga 2 Spanyol.