Operasional KA Pangrango Terganggu Longsor, KAI Klaim Ganti 60% Tiket
Longsor di area jalur rel KM 17+7/8 antara Stasiun Cicurug dan Maseng berdampak pada operasional perjalanan KA Pangrango lintas Bogor- Sukabumi.
Daun ketumbar
Harianjogja.com, JAKARTA - Baru-baru ini beredar video makan kerang oyster mentah di TikTok, ini mengundang banyak perhatian warganet. Salah satu akun Tiktok bernama Meimei Mecin membagikan pengalamannya menyantap kerang yang disajikan mentah ini.
Meimei menyarankan agar menambah cita rasa, oyster harus dimakan segera setelah disajikan, tambahkan jeruk nipis, bumbu serta terakhir mengunyah daun ketumbar setelah suapan oyster.
Banyak warganet yang salah fokus dengan daun ketumbar yang dikunyah oleh kreator video tersebut, karena bentuknya seperti daun seledri. Apalagi, di Indonesia, daun ketumbar bukan merupakan rempah yang lazim dimakan.
Lalu apa sebenarnya khasiat daun ketumbar bagi tubuh? Berikut ini jawabannya berdasarkan health.com dan newsmedical.
Ketumbar memiliki kandungan karotenoid, seperti beta-karoten dan lutein. Kedua jenis karotenoid ini juga ditemukan dalam keluarga umbelliferae lainnya seperti wortel.
Sebuah penelitian mengungkap, karotenoid dalam daun ketumbar memiliki kemungkinan bisa menurunkan risiko kanker dan penyakit mata. Penelitian lain juga menyebutkan, daun ketumbar memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan bijinya.
Antioksidan ini jika dikonsumsi secara teratur bisa bermanfaat untuk mencegah stres oksidatif serta mengurangi kerusakan sel akibat radikal bebas yang dilepaskan selama oksidasi.
Sebuah penelitian menemukan bahwa memasak dengan daun ketumbar bisa mencegah risiko kanker. Hal ini karena saat memasak daging dengan suhu yang tinggi dengan daun ketumbar, daun ketumbar ini bisa mencegah perkembangan amina heterosiklik (HCA). Konsumsi HCA yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko kanker.
Tidak hanya bijinya, tanaman ketumbar termasuk daunnya punyai sejumlah manfaat bagi kesehatan. Seperti mengatasi masalah pencernaan, nyeri dan peradangan.
Penelitian yang diterbitkan dalam Molecules menemukan bahwa ramuan ketumbar bisa mendukung kesehatan jantung dengan membantu mengatur tekanan darah serta utama jantung. Menurut para peneliti, hal ini dikarenakan tanaman ketumbar kaya akan antioksidan.
Jika daun ketumbar dikonsumsi secara mentah, ini meningkatkan risiko terkontaminasi bakteri yang jika dimasak terlebih dahulu, akan mati. Bahkan pada tahun 2000 dan 2020 lalu, CDC menerima laporan tentang wabah yang disebabkan oleh daun ketumbar.
Maka, untuk orang yang berusia di atas 60 tahun, sedang hamil, memiliki sistem imun yang lemah, ataupun sejumlah kondisi kesehatan lainnya, disarankan untuk tidak mengonsumsi daun ketumbar yang mentah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Longsor di area jalur rel KM 17+7/8 antara Stasiun Cicurug dan Maseng berdampak pada operasional perjalanan KA Pangrango lintas Bogor- Sukabumi.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi Trihanggo-Junction Sleman capai 85%. Ditargetkan selesai Oktober 2026 dan segera tersambung ke Tol Jogja-Bawen.
Ribuan warga hadir dalam pengajian dan sholawatan HUT ke-110 Sleman. Bupati tekankan pembangunan spiritual dan kebersamaan.
Chelsea resmi menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru. Simak profil, kontrak, dan target The Blues di musim mendatang.
Westlife bakal konser di GBK Jakarta 2027. Simak jadwal presale, harga tiket lengkap, dan cara beli tiketnya di sini.
PSM vs PERSIB jadi laga penentu juara. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan kondisi terbaru kedua tim di sini.