5 Pabrik Tekstil Bakal Tutup, 12.000 Karyawan Terancam Di-PHK
laku industri tekstil mengaku produk impor semakin deras sehingga mengancam keberlangsungan usaha dan menjamurnya PHK massal.
Usus buntu/istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Radang usus, penyakit yang disebabkan oleh peradangan dalam sistem pencernaan akibat terpapar virus ataupun bakteri ini cukup umum di Indonesia.
Kemenkes menyebutkan, menghirup udara kotor seperti polusi udara bisa jadi salah satu penyebab peradangan dalam saluran pencernaan.
Dilansir dari cdc dan myclavelandclinic, penyakit radang usus atau inflammatory bowel disease (IBD) merupakan sekelompok gangguan yang menyebabkan peradangan kronis seperti nyeri dan bengkak di usus. Ada dua jenis radang usus, penyakit crohn dan kolitis ulserativa yang mempengaruhi sistem pencernaan.
Penyebab seseorang terkena radang usus diantaranya adalah memiliki keluarga dengan riwayat penyakit ini.
Sistem kekebalan tubuh umumnya berfungsi sebagai pencegah infeksi. Ketika ada makanan, sistem kekebalan tubuh salah mengira itu adalah zat asing yang masuk, sehingga melepaskan antibodi berupa protein untuk melawannya. Hal ini menyebabkan radang usus.
Jika disekitar tempat tinggal ada orang dengan penyakit ini, maka risiko terpapar pun meningkat. Penyebab lain adalah kebiasaan merokok, stres, penggunaan obat-obatan hingga depresi juga dapat picu penyakit ini.
Gejala yang dapat didiagnosis sebagai radang usus umumnya meliputi:
● Sakit perut
● Diare yang datang silih berganti dengan sembelit ataupun keinginan buang air besar secara mendesak
● Gas dan kembung
● Nyeri sendi
● Mual dan muntah
● Ruam kulit dan luka (ulkus)
● Mengalami masalah pada penglihatan
Penanganan penyakit ini bergantung pada jenis dan gejala yang diderita. Ada beberapa obat yang dapat membantu mengatur peradangan agar tidak bergejala, seperti Aminosalicylates yang berfungsi sebagai antiinflamasi seperti sulfasalazine, mesalamine, atau balsalazide, obat-obat ini dapat meminimalkan iritasi pada usus.
Obat lain seperti antibiotik untuk mengobati infeksi serta abses, kortikosteroid seperti prednison yang menjaga sistem kekebalan tubuh, juga imunomodulator yang dapat menenangkan sistem kekebalan tubuh.
Selain itu, obat-obat yang dijual di pasaran tanpa resep dokter juga dapat membantu menangani radang usus, seperti obat anti diare, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), juga vitamin dan suplemen seperti probiotik.
Pencegahan terbaik untuk penyakit adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat serta perubahan pola makan menjadi lebih baik. Berikut ini cara pencegahan radang usus:
● Mengelola stres dengan melakukan meditasi, mendengarkan musik ataupun berjalan-jalan
● Tidur yang cukup
● Aktivitas fisik yang cukup
● Kurangi mengonsumsi makanan yang dapat mengiritasi usus seperti makanan berserat tinggi, makanan berminyak atau mengandung susu
● Kurangi konsumsi kafein, makanan atau minuman berkarbonasi dan beralkohol
● Perbanyak minum air putih untuk mencegah terjadinya dehidrasi
● Berhenti merokok
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
laku industri tekstil mengaku produk impor semakin deras sehingga mengancam keberlangsungan usaha dan menjamurnya PHK massal.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.
Arema FC hajar PSBS Biak 5-2 di Bantul. Joel Vinicius dan Dalberto cetak brace, trio Brasil jadi kunci kemenangan.