Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Indonesia memiliki beragam sayur dan buah-buahan lokal yang mengandung nutrisi baik bagi kesehatan. Meski begitu, data mengungkapkan bahwa masyarakat Indonesia kurang mengonsumsi sayur dan buah.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat 95,5% orang Indonesia masih kurang dalam mengonsumsi buah dan sayur dengan porsi yang cukup. Padahal, rutin makan sayur dan buah diyakini bisa mencegah banyak penyakit.
BACA JUGA: Dear Moms, Cermati Tips Tingkatkan Kualitas Pola Asuh Anak Berkualitas
“Bahkan dari tiga tahun sebelumnya, masalah kita [orang Indonesia] yaitu makan sayur dan buah masih relatif rendah, di bawah 10%,” ungkap Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Imran Agus Nurali dikutip dari Antara.
Padahal, menurut Imran, minim konsumsi buah dan sayur bisa membuat tubuh kurang serat. Dampaknya, akan terjadi peningkatan angka penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, stroke, penyakit jantung, hingga obesitas.
Menurut keterangan di laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lembaga tersebut menganjurkan konsumsi sayur dan buah untuk hidup sehat sejumlah 400 gram per orang per hari. Asupan buah dan sayur bisa ditingkatkan dengan sejumlah cara.
Mulai dari selalu memasukkan sayuran ke dalam makanan, makan sayur dan buah segar sebagai makanan ringan, makan sayur dan buah segar yang sedang musim, serta makan buah dan sayur dalam berbagai varian.
Berdasarkan data negara-negara yang paling banyak mengonsumsi buah di laman Helgi Analytics, China menempati peringkat tertinggi dalam konsumsi buah dengan 49.702 kiloton pada 2017. Indonesia berada pada urutan ketiga, yaitu 7.171 kiloton, setelah India pada urutan kedua dengan 40.689 kiloton.
BACA JUGA: Antisipasi Terulangnya Pemaksaan Jilbab, Dewan Pendidikan DIY Siapkan Pendidikan Kejogjaan
Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor Prof. Dodik Briawan mengungkapkan ada sejumlah faktor yang menyebabkan rendahnya angka konsumsi buah dan sayur di masyarakat. Utamanya, masyarakat punya persepsi bahwa makan harus kenyang, namun tidak memperhatikan komposisi makanan. Sehingga, makan sayur dan buah seringkali terlupakan.
Faktor lainnya yaitu akses masyarakat terhadap ketersediaan buah di sekitar tempat tinggalnya. Dodik menyebutkan bahwa menyiapkan buah di meja makan dinilai tidak semudah menyiapkan lauk pauk, sebab harus segera dihabiskan setelah dikupas. Sayur juga harus segera dihabiskan usai dimasak. Belum lagi rasa dan tekstur buah dan sayur yang beraneka ragam belum tentu bisa diterima setiap orang, terutama anak-anak. Jika rasanya asam atau pahit dan memiliki tekstur kasar, hal ini bisa membuat tingkat konsumsinya rendah.
Dengan begitu, perlu kreasi untuk menghadirkan sayur dan buah yang bisa dikomsumsi keluarga secara rutin. "Indonesia punya banyak sekali buah, sehingga keluarga punya banyak pilihan," kata Dodik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.
Arema FC hajar PSBS Biak 5-2 di Bantul. Joel Vinicius dan Dalberto cetak brace, trio Brasil jadi kunci kemenangan.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.