PMII Desak Polda Jateng Bertanggung Jawab Atas Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo
PMII Jateng meminta Polri mengevaluasi penggeledahan ponpes putri di Sukoharjo dan memastikan perlindungan terhadap para santri
Sulit Tidur di Malam Hari Bisa Jadi Gejala Covid-19/boldsky.com
Harianjgoja.com, JAKARTA— Tidur adalah cara alami untuk memberi tubuh kita jenis istirahat dengan minimal 8 jam setiap harinya. Setiap kali tubuh mengalami perubahan apa pun, siklus tidur turut terpengaruh. Pola tidur yang terpengaruh yaitu kesulitan tidur lantas memiliki hubungan dengan Covid-19.
Efek Covid-19 menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, salah satunya adalah pola tidur yang terganggu. Banyak laporan telah muncul di mana pasien mengeluh kurang tidur dari biasanya. Orang-orang telah melaporkan bahwa mereka tidak dapat tidur nyenyak selama dan setelah pulih dari infeksi.
Dilansir dari Entertainment Times, orang yang berusia di atas 60 tahun tidak boleh tidur kurang dari 7 jam sehari. Orang dewasa antara 18 dan 60 tahun harus tidur sekitar 7-8 jam setiap hari. Anak-anak dan remaja disarankan untuk tidur lebih dari 8 jam sehari.
Gejala Covid-19 sebagian besar terkait dengan saluran pernapasan pada tahap awal. Selama fase Covid-19 yang panjang, gejala menjadi parah dan menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius.
Virus corona juga telah mengganggu pola tidur orang yang normal. Banyak laporan dan penelitian kesehatan yang menyebut coronasomnia atau insomnia Covid-19. Banyak orang yang merasa bahwa mereka sepertinya tidak cukup tidur dan infeksi Covid-19 justru membuat mereka merasa lebih lelah.
Kebiasaan tidur didorong oleh beberapa faktor seperti suasana, iklim, makanan, kesehatan usus dan lain-lain. Menurut beberapa penelitian, setelah infeksi virus yang menyebabkan penyakit seperti pilek dan flu, maka durasi dan kualitas tidur dapat bervariasi tergantung pada presentasi gejala dan waktu sejak infeksi.
Sebuah studi penelitian tentang efek rhinovirus pada kualitas tidur individu menemukan bahwa pada individu yang bergejala, total waktu tidur menurun rata-rata 23 menit, tidur konsolidasi menurun rata-rata 36 menit, dan efisiensi tidur berkurang rata-rata 5%. selama periode virus aktif.
Studi 2021 lainnya menemukan bahwa peserta positif Covid-19 tidur 60,9 menit lebih lama daripada yang lain dan memiliki peluang lebih besar untuk mengalami kesulitan tidur tiga kali atau lebih per minggu.
Tidur adalah cara alami penyembuhan tubuh. Dengan Long Covid, maka tidur yang baik sangat penting bagi tubuh manusia untuk berani melawan efek Covid-19 yang lama.
Covid-19 membuat seseorang lelah, tidak cukup tidur dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental seseorang. Ini memengaruhi fungsi kognitif seseorang, yang merupakan salah satu gejala paling umum dari Long Covid
Tidur yang tidak tepat pada malam hari pasti akan mempengaruhi produktivitas siang hari individu. Ini juga menyebabkan frustrasi dan akan memunculkan masalah sosial dan komunikasi juga. Kurang tidur dalam jangka waktu lama berbahaya bagi kesehatan seseorang.
Kuncinya terletak pada mengadopsi kebiasaan gaya hidup sehat. Berikut adalah beberapa cara yang dapat membuat Anda lebih banyak tidur:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
PMII Jateng meminta Polri mengevaluasi penggeledahan ponpes putri di Sukoharjo dan memastikan perlindungan terhadap para santri
Persib mengumpulkan bonus dan kontribusi partisipasi AFC senilai Rp10,53 miliar setelah memastikan tiket ke babak 16 besar ACL 2 2026/2027.
Rafael Nadal menerima tawaran masuk direksi Real Madrid. Pengangkatannya masih menunggu pengesahan Majelis Umum pada 21 November 2026.
Investigasi Wired menemukan lebih dari 400 aplikasi diduga menyediakan fitur deepfake seksual dan kekerasan, meski lolos peninjauan Apple dan Google.
Harley-Davidson Sprint 440 diperkenalkan di EICMA 2026. Motor bermesin 440 cc ini menawarkan desain klasik, fitur modern, dan bobot 187 kg
Polisi mengamankan pria 57 tahun terkait dugaan kekerasan seksual terhadap perawat saat memeriksa tekanan darah pasien di Sewon, Bantul.