Pendaki Asal Bogor Meninggal Saat Turun dari Gunung Merbabu
Pendaki asal Bogor meninggal dunia usai merasa tidak enak badan saat mendaki Gunung Merbabu via Selo. Korban diduga mengalami serangan jantung.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Lidah buaya atau Aloe barbadensis adalah tanaman obat populer yang telah digunakan orang selama ribuan tahun.
Tanaman bertangkai pendek yang tebal dan mampu menyimpan air di daunnya ini terkenal untuk mengobati cedera kulit, tetapi juga memiliki beberapa kegunaan lain yang berpotensi bermanfaat bagi kesehatan.
BACA JUGA: Sedang Hits di Medsos, Ini Link dan Cara Main 'Mental Age Test'
Dikenal dengan daun hijaunya yang tebal, runcing, dan berdaging, yang dapat tumbuh hingga sekitar 30–50 cm panjangnya, berikut delapan manfaat kesehatan potensial dari lidah buaya, dilansir dari Medical News Today:
Lidah buaya dapat membantu mengobati luka kulit. Industri kosmetik, farmasi, dan makanan menggunakan lidah buaya secara ekstensif. Setiap daun mengandung jaringan berlendir yang menyimpan air dan ini membuat daun menjadi tebal. Jaringan berisi air ini adalah "gel" yang mengandung sebagian besar senyawa bioaktif bermanfaat dalam tanaman, termasuk vitamin, mineral, asam amino, dan antioksidan.
Antioksidan penting untuk kesehatan. Gel lidah buaya mengandung antioksidan kuat yang termasuk dalam keluarga besar zat yang dikenal sebagai polifenol. Polifenol ini, bersama dengan beberapa senyawa lain dalam lidah buaya, membantu menghambat pertumbuhan bakteri tertentu yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia.
Orang paling sering menggunakan lidah buaya sebagai obat topikal, mengoleskannya ke kulit daripada mengonsumsinya. Faktanya, lidah buaya memiliki sejarah panjang dalam mengobati luka terutama luka bakar, termasuk terbakar sinar matahari. Efektif untuk luka bakar tingkat pertama dan kedua.
Kerusakan gigi dan penyakit gusi adalah masalah kesehatan yang sangat umum. Salah satu cara terbaik untuk mencegah kondisi ini adalah dengan mengurangi penumpukan plak atau biofilm bakteri pada gigi. Obat kumur lidah buaya sama efektifnya dengan klorheksidin dalam mengurangi plak gigi. Lidah buaya efektif dalam membunuh bakteri penghasil plak Streptococcus mutans di mulut, serta ragi Candida albicans.
Penelitian telah menunjukkan bahwa pengobatan lidah buaya dapat mempercepat penyembuhan sariawan. Gel lidah buaya tidak hanya mempercepat penyembuhan sariawan, tetapi juga mengurangi rasa sakitnya.
Lidah buaya juga dapat membantu mengobati sembelit. Kali ini lateksnya, bukan gel, yang memberikan manfaat. Lateks adalah residu kuning lengket yang ada tepat di bawah kulit daun. Senyawa yang bertanggung jawab atas efek ini disebut aloin atau barbaloin yang memiliki efek penyembuh.
Ada beberapa bukti awal yang menunjukkan bahwa gel lidah buaya topikal dapat memperlambat penuaan kulit. Mengonsumsi gel lidah buaya oral meningkatkan produksi kolagen dan meningkatkan elastisitas kulit selama periode 90 hari. Dapat membantu kulit mempertahankan kelembapan dan meningkatkan integritas kulit, yang dapat bermanfaat bagi kondisi kulit kering.
Orang terkadang menggunakan lidah buaya sebagai obat diabetes, karena dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu meningkatkan manajemen gula darah. Lidah buaya dapat bermanfaat bagi penderita pradiabetes atau diabetes tipe 2 karena efeknya pada kontrol glikemik. Namun, para ilmuwan saat ini tidak merekomendasikan penggunaan lidah buaya untuk tujuan obat diabetes.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Pendaki asal Bogor meninggal dunia usai merasa tidak enak badan saat mendaki Gunung Merbabu via Selo. Korban diduga mengalami serangan jantung.
AS menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan Iran dan delapan kapal tanker terkait dugaan skema pemerasan kapal di Selat Hormuz.
Delegasi DUN Sabah mempelajari tata kelola Keistimewaan DIY dan Dana Keistimewaan sebagai rujukan kewenangan khusus pemerintahan daerah.
Panitia Jogja Halal Festival (JHF) #3 resmi meluncurkan Jogja Halal Festival #3 Tahun 2026 di Ruang Bangsal Mataram, Lantai 2, Kantor Perwakilan Bank Indonesia
DPRD Bantul meminta pengawasan potensi kebakaran lahan diperkuat hingga tingkat RT selama musim kemarau. Jumlah kasus kebakaran lahan di Bantul tercatat meningk
Sensus Ekonomi 2026 di DIY telah mencapai 69%. BPS DIY memastikan data pelaku usaha aman dan tidak berkaitan dengan perpajakan.