Sejarah Baru DIY, 6 Atlet Anggar Jalani Seleknas Akhir Timnas
Sebanyak enam atlet anggar DIY lolos masuk tahap akhir Seleksi Nasional (Seleknas) tim inti Indonesia untuk Kejuaraan Asia Cadet dan Junior 2026.
Bravesboy saat peluncuran album keempat, Wake Up, di kawasan Sleman, Selasa (22/2/2022). - Harian Jogja/Galih Eko Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA—Bravesboy resmi merilis album keempat, Wake Up, pada Selasa (22/2/2022). Bagi grup musik ska itu, Wake Up jadi sarana menyentil pemerintah agar memberikan solusi konkrit industri hiburan yang nasibnya masih tidak jelas di masa pandemi Covid-19.
Sejak Maret 2020, Bravesboy menganggap seluruh aspek masyarakat terkena dampaknya, terutama para pekerja ataupun pegiat industri hiburan. Setelah dua tahun berjalan, tetap saja dalam kondisi tidak jelas padahal ada kelangsungan hidup orang-orang yang bergerak di industri hiburan.
“Dari kegelisahan ini, Bravesboy meresponnya dengan membuat karya lagu dan disatukan dalam album Wake Up. Kami [Bravesboy] mencoba membangkitkan orang untuk bangun dari kondisi yang saat ini membuat masyarakat terpuruk," ujar vokalis Bravesboy, Bimacho, dalam sesi peluncuran Wake Up, Selasa.
Dengan segala kegelisahan itu, alhasil album keempat punya banyak cerita bagi Bravesboy. Di hadapan para penggemar saat peluncuran Wake Up, Bimacho mengenang bagaimana dirinya bersama Miga Sadewa, Nazat, Oky dan Andri butuh waktu lama menyelesaikan album keempat.
Berjalan sejak akhir 2020, Wake Up baru berakhir pada Februari 2022. “Rekor terlama bagi Bravesboy selama menggarap album,” tutur sang gitaris, Miga. Proses rekaman butuh waktu lama karena ada pembatasan aktivitas dari Pemerintah serta menipisnya keuangan Bravesboy yang tergerus pandemi.
Nekat jadi jalan bagi Bravesboy untuk memutuskan menggarap album Wake Up di studio dan merekam lagu-lagu secara berkala. Hasilnya, Wake Up menunjukkan ke publik mengenai Bravesboy yang makin kreatif, tetap kritis dan bersemangat dalam berkarya tanpa meninggalkan akar mereka sebagai grup musik ska.
Nazat dan kawan-kawan berani menggandeng grup punk asal Malang, Begundal Lowokwaru, untuk berkolaborasi di album Wake Up. Dalam promosi album, Bravesboy membuat video drama berdurasi sekitar dua menit yang menceritakan isi lagu-lagu yang ada di Wake Up.
Video drama dengan jalan cerita yang bisa bikin penonton tersenyum dengan gaya nyeleneh Bravesboy. Setidaknya sudah ada tiga lagu yang dibikin video drama dari rencana 14 video drama yang akan mereka bikin.
“Kami bersyukur Bravesboy telah meluncurkan album keempat. Terima kasih atas doa dan dukungan semua teman-teman. Dukung kami dengan membeli rilisan fisiknya agar Bravesboy tetap hidup dan berkarya. Wake Up!” ujar Nazat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak enam atlet anggar DIY lolos masuk tahap akhir Seleksi Nasional (Seleknas) tim inti Indonesia untuk Kejuaraan Asia Cadet dan Junior 2026.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.