24 Truk Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Boyolali
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Rambut rontok/klikdokter
Harianjogja.com, JAKARTA - Saat rambut Anda rontok, dua pertanyaan ini mungkin selalu muncul: "Bagaimana ya menghentikannya?" dan "Bisa tumbuh lagi atau tidak ya?"
Sebetulnya, mengutip Alodokter, jumlah rambut akan lepas atau rontok sekitar 50 hingga 100 helai setiap harinya dan ini merupakan hal yang normal karena ada juga rambut yang tumbuh setiap harinya.
Sayangnya, kondisi ini dapat membuat rambut Anda lebih tipis atau mengalami kebotakan, baik sementara maupun permanen. Dan jika Anda bertanya-tanya apakah rambut rontok bisa dihentikkan atau bisa tumbuh kembali atau tidak, semuanya tergantung pada penyebab kerontokan.
Lantas apa saja penyebab rambut Anda rontok?
Salah satu penyebab kebotakan atau kerontokan rambut adalah faktor keturunan. Dokter spesialis kulit dan kelamin, Arthur S mengatakan, perawatan dapat memperlambat dan menghentikan kerontokan rambut.
"Bahkan pada beberapa kasus, rambut bisa tumbuh kembali," kata Arthur melalui laman Instagramnya, Senin (20/12/2021).
Nah semakin dini terdeteksi dan dirawat, maka semakin besar pula kemungkinan kesuksesannya.
Alopesia Areata merupakan kebotakan atau kerontokan yang disebabkan oleh penyakit autooimun yang menyerang kelenjar rambut. Orang yang mengalami kondisi ini memiliki tanda, salah satunya kulit kepala yang botak dengan bentuk pitak.
Apakah orang dengan kondisi ini rambutnya bisa tumbuh kembali? Jawabanya adalah bisa. Arthur menambahkan, ini seringkali perlu dibantu dengan perawatan yang dapat merangsang pertumbuhan rambut Anda.
Biasanya, saat seseorang baru sembuh dari sakit parah, rambut pun akan mengalami kerontokan selama beberapa bulan. Nah ini juga terjadi pada penyintas Covid-19, yang banyak melaporkan bahwa mereka mengalami rambut rontok berbulan-bulan sesudahnya.
Namun Anda tidak perlu khawatir, karena rambut rontok yang disebabkan oleh stres masih bisa tumbuh kembali.
"Ketika tubuh kembali sehat, tidak stres lagi dan mendapatkan nutrisi yang cukup, rambutnya pun akan tumbuh lagi," kata Arthur.
Apakah Anda termasuk orang yang suka menarik rambut saat sedang stres atau memikirkan hal lain? Jika iya, sepertinya Anda perlu mengubah kebiasaan buruk tersebut.
Arthur menjelaskan, kegiatan mencabut rambut sangat rentang merusak kelenjar rambut dan bila kelenjar rambut Anda rusak, rambut Anda tidak akan tumbuh kembali.
Jadi, apakah Anda masih suka menarik-narik rambut setelah membaca ini?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Lonjakan penumpang kereta saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus capai 778 ribu tiket. Jogja jadi tujuan favorit masyarakat.
Polisi gerebek rumah di Bantul yang diduga jual miras oplosan. Lima botol disita, operasi terus digencarkan tekan peredaran ilegal.
Ilmuwan China berhasil kloning 6 kambing perah super dengan produksi susu tinggi. Terobosan ini percepat pembiakan dan dukung ketahanan pangan.
Prancis umumkan skuad Piala Dunia 2026. Camavinga dan Kolo Muani dicoret, Mbappe tetap jadi andalan utama Les Bleus.