Hari Pertama Pimpin BGN, Sudaryono Minta Tinggalkan Persoalan Hukum
Sudaryono meminta jajaran BGN fokus membenahi tata kelola MBG dan tidak larut dalam persoalan hukum yang tengah diproses aparat.
Asam lambung perlu diwaspadai. / Bisnis- nurul hidayat
Harianjogja.com, JAKARTA - Gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan gangguan pencernaan dimana asam lambung mengalir naik kembali menuju kerongkongan.
Normalnya, pada jalur yang menghubungkan mulut dan perut Anda, terdapat sebuah katup yang disebut lower esophageal sphincter. Katup ini akan terbuka ketika makanan akan masuk ke perut dan menutup saat makanan mulai masuk ke perut sekaligus untuk mencegah naiknya kembali cairan asam lambung ke kerongkongan.
Refluks asam lambung dapat terjadi saat katup ini melemah atau dalam kondisi rileks yang seharusnya tidak terjadi, sehingga memungkinkan isi perut dan asam lambung kembali mengalir ke kerongkongan.
Asam lambung yang naik ini mengiritasi lapisan dalam saluran makan sehingga menimbulkan sensasi nyeri di ulu hati, tenggorokan, serta rasa asam pada mulut.
Rasa terbakar dan sakit di dada terutama setelah makan, sulit menelan, memuntahkan kembali makanan atau cairan asam serta adanya sensasi seperti benjolan di tenggorokan adalah gejala umum dari GERD.
Baca juga: Begini Cara Atasi Kantung Mata Menurut Dokter Kulit
Selain itu, pada malam hari, pengidap GERD juga dapat mengalami gejala lainnya seperti batuk kronis, infeksi kerongkongan (laringitis), sesak napas atau susah tidur.
GERD termasuk salah satu masalah pencernaan yang paling umum dialami oleh siapa saja. Namun, orang dengan pola hidup dan kebiasaan yang tidak sehat lebih berisiko mengalami GERD. Misalnya merokok, makan dalam porsi yang terlalu banyak, minum-minuman beralkohol atau kopi dan terlalu banyak makan makanan berlemak.
Nah kebanyakan orang percaya bahwa penyakit ini dapat menyebabkan kematian. Tapi benarkah demikian?
Melansir Ai Care, Kamis (16/12/2021), sebetulnya GERD tidak akan langsung menyebabkan kematian pada seseorang. Kasus kematian akibat komplikasi GERD juga terbilang jarang, yakni hanya 0,02 per 100.000 kasus saja.
Menurunkan Kualitas Hidup
Sayangnya, GERD dapat menurunkan kualitas hidup seseorang akibat gejala yang ditimbulkannya. Apabila penyakit ini dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat, Anda akan mengalami komplikasi seperti peradangan kronis pada esofagus, diantaranya penyempitan esofagus, luka terbuka esofagus, dan kondisi pra-kankeresofagus.
Oleh karena itu, bila Anda mengalami gejala GERD, segera lakukan pengobatan rutin di rumah sakit dan berkonsultasi dengan dokter.
Biasanya, dokter akan menganjurkan beberapa jenis obat-obatan. Pada beberapa kasus yang berat, dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani pembedahan, misalnya fundoplication dan prosedur bariatric.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Sudaryono meminta jajaran BGN fokus membenahi tata kelola MBG dan tidak larut dalam persoalan hukum yang tengah diproses aparat.
Indonesia menempati peringkat kedua dunia sebagai negara dengan jumlah universitas terbanyak, mencapai 3.277 kampus. Simak daftar lengkap 10 negara teratas.
Putri Kusuma Wardani bertahan di peringkat 6 dunia BWF per 30 Juli 2026. Pebulu tangkis Indonesia itu hanya terpaut 565 poin dari posisi lima besar yang ditempa
Wakil Ketua DPRD Bantul, Agung Laksmono, mendorong pengembangan pariwisata menjadi salah satu cara Kabupaten Bantul memperkuat kemandirian fiskal di tengah kebi
Harga emas Antam di Pegadaian turun Rp12.000 per gram pada Kamis 30 Juli 2026. Harga emas 1 gram kini Rp2.706.000, sementara buyback Rp2.406.000.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe lolos ke semifinal WTA 500 DC Open 2026 usai kalahkan wakil tuan rumah 6-3, 6-2. Modal menuju US Open!