Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA--Kurang tidur tak hanya berdampak buruk pada kesehatan tetapi juga kecantikan.
Bila Anda merasa terlihat jauh lebih tua dari usia Anda aslinya, hal itu mungkin dipengaruhi oleh beberapa faktor. Peneliti dari University of Exeter mengatakan salah satu faktornya adalah kurang tidur.
Menurut Serena Sabatini, PhD, kualitas tidur yang buruk berkaitan dengan perasaan negatif yang mengakibatkan penuaan, seperti merasa lebih tua dan memiliki pandangan yang lebih buruk tentang penuaan.
Selain itu, orang yang kurang tidur dapat menjadi lebih rentan terhadap masalah kesehatan.
BACA JUGA: 20.000 Kursi Stadion JIS Telah Terpasang
Sebuah penelitian yang melibatkan 4.482 orang usia 50 tahun ke atas untuk membuktikan hubungan kurang tidur dan penuaan.
Tujuan dari studi ini adalah mempelajari hal-hal yang bsa melindungi kesehatan kognitif seseorang seiring bertambahnya usia.
Para ahli mengatakan kurang tidur tidak hanya membuat Anda terlihat lebih tua dari usia seharusnya, tetapi juga bisa memiliki efek nyata pada kesehatan Anda.
Stephanie Griggs , PhD, RN, asisten profesor di Frances Payne Bolton School of Nursing dan rekan fakultas di Schubert Center for Child Studies di Case Western Reserve University, mengatakan bahwa ita berputar melalui gerakan mata cepat (REM) dan gerakan mata tidak cepat selama tidur.
"Proses dan tahapan tidur ini sangat penting untuk membantu kita pulih dari penyakit, memperbaiki tubuh, mengkonsolidasikan ingatan, dan mengatur emosi kita," kata Stephanie Griggs dikutip dari Healthline.
Ia juga menjelaskan bahwa ormon yang berbeda disekresikan atau diatur selama tahap ini. Misalnya, hormon pertumbuhan disekresikan selama NREM N3 (tidur gelombang lambat).
Hormon ini bertanggung jawab untuk memperbaiki pembuluh darah. Griggs mengatakan ini penting karena robekan kecil di pembuluh darah dapat menyebabkan penumpukan plak, sehingga mengakibatkan stroke dan serangan jantung.
Cristiano Guarana, asisten profesor manajemen dan kewirausahaan di Indiana University Kelley School of Business, juga menambahkan bahwa kurang tidur membuat seseorang lebih sulit berpikir.
Kurang tidur mengurangi konektivitas antara amigdala dan korteks prefrontal otak.
"Pada dasarnya, ketika seseorang tidur cukup tidur membuat mereka kurang siap untuk memproses informasi," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Jonatan Christie tersingkir di Malaysia Masters 2026 usai kalah tiga gim dari Hu Zhe An, fokus beralih ke Singapura Open.
Tagihan listrik rumah naik? AC, kulkas, mesin cuci hingga kebiasaan kecil bisa jadi penyebab utama boros energi di rumah.
Luciano Spalletti dikabarkan siap mundur dari Juventus jika gagal membawa klub lolos ke Liga Champions musim depan.
PSIM Jogja tertinggal 0-1 dari Arema FC di menit awal laga Liga Super 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan.
DPRD DIY siapkan Raperda perlindungan karst yang lebih luas, mencakup seluruh ekosistem dari ancaman pembangunan hingga pertambangan. Simak detailnya di sini.