Gala Dinner Kulinarea 2026 Coba Merawat Menu Kuliner Mataram
Gala Dinner bertajuk Seribu Tahun Dapur Mataram menjadi satu rangkaian penutup Kulinarea 2026 A Symphony of Nusantara Flavor.
Pembukaan pameran Biennale Jogja XVI Equator #6 Roots <> Routes di Jogja National Museum, Rabu (6/10/2021). - Harian Jogja/Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Puluhan tamu undangan yang hadir di Jogja National Museum menjadi saksi bagaimana Gintani Nur Apresia Swastika tak kuasa menahan haru saat memberi pidato sambutan pembukaan gelaran besar itu.
Di depan tamu undangan, Rabu (6/10/2021), pidato Direktur Biennale Jogja XVI Equator #6 itu sempat terhenti sejenak ketika rasa haru tiba-tiba muncul.
"Mengucap syukur kepada Allah Yang Maha Esa yang telah memberikan daya kreatif sehingga kami [panitia dan semua yang terlibat] bersama-sama dapat mewujudkan agenda besar dua tahunan ini," tutur Gintani, Rabu.
Selanjutnya bersama Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, dan Kepala Taman Budaya Yogyakarta, Diah Tutuko, dan Direktur Yayasan Biennale Yogyakarta, Alia Swastika, Gintani membuka tirai tanda dibukanya pameran Biennale Jogja XVI.
Gintani menuturkan kegiatan ini melibatkan 34 seniman dan komunitas dari berbagai daerah dan negara. Ada Jogja, Jawa Timur, Ambon, Papua, Australia, Belanda maupun Taiwan.
Mempertimbangkan banyaknya seniman dan kegiatan yan dihelat, pameran Biennale Jogja yang tahun ini mengangkat tema Roots and Routes dibagi ke empat lokasi, yakni JNM, TBY, Museum dan Tanah Liat serta Indie Art House.
Dalam sambutan secara daring, Sri Sultan HB X mengapresiasi pelaksanaannya yang konsisten dengan mengangkat tema secara serial selama 10 tahun dalam Seri Khatulistiwa.
Menurut dia, tema Equator menjadi platform gagasan sekaligus landmark geografis, geologis, ekologis, etnografis, historis, dan politis yang memiliki kesamaan identitas negara bekas jajahan. “Kawasan ini menjanjikan banyak aspek menarik untuk dieksplorasi karena keragamannya mencerminkan kekayaan budaya masyarakat,” tutur Sultan.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengapresiasi karena Biennale Jogja dapat mendorong negara Indonesia untuk terlibat lebih dalam menjalin kerja sama dengan berbagai negara di garis khatulistiwa terkait dengan perkembangan seni dan budaya global.
“Biennale Jogja XVI ini cerminan bagi pemerintah dalam memberikan ruang seni dan budaya yang memiliki daya tarik wisata sehingga dapat mendorong pergerakan ekonomi daerah. Biennale Jogja bisa menjadi salah satu pilarnya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gala Dinner bertajuk Seribu Tahun Dapur Mataram menjadi satu rangkaian penutup Kulinarea 2026 A Symphony of Nusantara Flavor.
Malaysia menempati peringkat kelima Digital Nomad Visa Index 2026 dengan skor 82,9. Simak posisi Bali dan daftar 10 destinasi teratas.
Sentra kerajinan kulit Manding, Bantul, sepi pembeli. Perajin menghadapi persaingan toko online dan keluhan konsumen soal kualitas produk.
Simak jadwal lengkap BRI Super League pekan kelima pada 16–18 Oktober 2026. Persita vs Persija digelar Sabtu, Persib vs Persik pada Minggu.
Pengujian jaringan 5G di kereta Jogja–Solo mencatat kecepatan unduh lebih dari 200 Mbps di sejumlah titik, di tengah pertumbuhan trafik internet 17%.
Mentan Amran menyoroti harga telur di peternak Rp21.000-Rp22.000 per kg, sementara di pasar bisa mencapai Rp36.000. Pemerintah menelusuri rantai distribusi.