Temukan Terowongan Hamas di Gaza, Israel Turunkan Robot dan Anjing Pelacak
Militer Israel menargetkan labirin terowongan dan struktur komando kelompok militan di Gaza Utara.
Ilustrasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA – Ada enam hal yang membuat kasus Covid-19 melejit seperti akhir-akhir ini, menurut Dokter Adam Prabata.
Dikutip dari akun Instagram @adamprabata, Sabtu (19/6/2021), keenam faktor yang bikin kasus Covid-19 naik adalah:
1. Anak sekolah tatap muka
Menurut adam, anak yang mengikuti sekolah tatap muka berisiko 18-34 persen lebih tinggi terinfeksi Virus Corona penyebab Covid-19.
2. Sering makan di restoran dan bar
Kandidat PhD di Universitas Kobe Jepang ini menyebut bahwa, mereka yang sering makan di restoran dan bar berisiko 95 persen lebih tinggi terinfeksi virus SARS-CoV-2.
3. Sering berkumpul dengan keluarga besar
Adam menyebut, mereka yang sering berkumpil dengan keluarga besar berisiko 57 persen lebih tinggi terinfeksi Virus Corona.
4. Sering olahraga di indoor
Mereka yang sering berolahraga di ruangan tertutup atau indoor, menurut alumni Fakultas Kedokteran UI ini, berisiko 36 persen lebih tinggi terinfeksi Virus Corona.
5. Sering meeting pekerjaan tatap muka
Para karyawan yang sering melakukan pertemuan tatap muka berisiko 15 persen lebih tinggi tertular Covid-19.
6. Sering satu mobil dengan orang-orang yang tidak serumah
Menumpang kendaraan umum ternyata berisiko meningkatkan penularan Covid-19. Menurut Adam, orang yang sering satu mobil dengan orang lain tidak tinggal satu rumah berisiko 47 persen lebih tinggi terinfeksi Virus Corona.
Seperti diketahui, kasus Covid-19 di Indonesia saat ini melonjak. Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menunjukkan pada Jumat (18/6/2021), kasus Covid-19 bertambah 12.990 orang.
Dikutip dari laman covid19.go.id, dengan kenaikan itu total kasus positif Covid-19 nasional mencapai 1.963.266 kasus.
Baca juga: ASN dan Pamong Desa di Sleman Kembali Terpapar Covid-19
Sementara itu, kasus sembuh naik 7.907 atau jika ditotal menjadi 1.779.127 kasus. Sedangkan, kasus meninggal melonjak 290, sehingga secara kumulatif menjadi 54.043 kasus.
Jumlah orang yang kini dirawat atau kasus aktif tercatat bertambah 4.793, sehingga kumulatifnya menjadi 130.096 kasus.
Penambahan kasus di atas merupakan hasil pemeriksaan 132.215 spesimen dari 73.805 orang.
Kemarin, DKI Jakarta mencatatkan 4.737 kasus positif, 2.517 kasus sembuh, dan 66 kasus meninggal. Jawa Barat melaporkan 2.791 kasus positif, 1.292 kasus sembuh, dan 49 kasus meninggal. Jawa Tengah melaporkan 1.331 kasus positif, 790 kasus sembuh, dan 51 kasus meninggal.
Jawa Timur melaporkan 731 kasus positif, 408 kasus sembuh, dan 39 kasus meniggal. Sementara Daerah Istimewa Yogyakarta melaporkan 592 kasus positif, 237 kasus sembuh, dan 12 kasus meninggal.
Secara nasional, jumlah suspek hari ini mencapai 111.635 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Militer Israel menargetkan labirin terowongan dan struktur komando kelompok militan di Gaza Utara.
Bocoran iPhone 19 Pro ungkap layar quad-curved dan Face ID bawah layar yang disebut hadir pada 2027.
Wabah Ebola di Kongo meluas, CDC Afrika keluarkan peringatan dini untuk 10 negara. Simak update status kewaspadaan dan langkah penanganannya di sini.
DPUPRKP Gunungkidul mencatat hampir 90% telaga di Bumi Handayani kondisinya mengalami sedimentasi akut. Akibatnya fungsi jadi tidak optimal sehingga mengering.
EWG mengungkap stroberi hingga anggur masuk daftar buah dengan residu pestisida dan PFAS tertinggi tahun ini.
Jadwal pekan terakhir Liga Inggris, Italia, dan Spanyol 2026 penuh drama juara, degradasi, dan tiket Liga Champions.