Prabowo Targetkan 1.386 Kampung Nelayan Beroperasi Akhir 2026
Prabowo menargetkan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi akhir 2026 dan pembangunan 1.582 kapal ikan modern dimulai pada 2027.
Lukita menyajikan ragam menu masakan khas rumahan, seperti Opor Ayam, Ayam Kecombrang, Daging dan Balado Limau. /Lukita
Harianjogja.com, JAKARTA – Hidangan lezat khas lebaran identik dengan masakan daging, makanan mengandung banyak lemak dan berminyak dalam olahan daging.
Sebagian tradisi orang Indonesia biasanya mengolah masakan daging menjadi rendang, rawon, sate, gulai dan lainnya saat Idulfitri.
Dilansir dari Healthline, daging sapi memiliki kandungan protein berkualitas tinggi, dengan kandungan protein sekitar 26-27 persen. Mengonsumsi daging juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan stamina.
Namun perlu diperhatikan, Kandungan protein daam daging jika dikonsumsi terlalu banyak dapat mengubahnya menjadi lemak.
Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak lemak dapat meningkatkan kadar kolestrol dalam tubuh. Terlebih lagi, olahan daging ketika lebaran diolah dengan bahan berlemak lainnya seperti minyak dan santan.
Perlu diketahui, adapun gejala yang ditimbulkan dari tingginya kolesterol dalam tubuh biasanya dapat menimbulkan sakit kepala, pegal ditengkuk, kesemutan, serta nyeri pada dada.
Sementara itu, Insider mencatat konsekuensi lainnya dari makan terlalu banyak olahan daging, kemungkinan menyebabkan seseorang mengonsumsi sedikit makanan lainnya, seperti biji bijian dan sayuran.
Oleh karena itu, seseorang dapat kekurangan serat, akibatnya, dapat menyebabkan perut merasa kembung, menderita sembelit atau diare, karena pencernaan menjadi buruk.
Alasan mengapa mengonsumsi daging merah terlebih lagi secara berlebihan dapat menyebabkan sembelit, karena daging hampir tidak memiliki serat.
Sembelit juga sering disebut dengan istilah konstipasi, menjadi keluhan paling banyak ketika seseorang mengonsumsi banyak daging.
Maka dari itu untuk menghindari efek buruk dari mengonsumsi daging dapat menyeimbanginya dengan makanan berserat. Mengonsumsi makanan berserat sebagai pendamping olahan daging dapat menyerap lemak dari daging yang dikonsumsi. Serat juga bermanfaat untuk membuat pencernaan menjadi lebih baik.
Adapun makanan tinggi serat tinggi yang dapat mentralisir tingginya lemak dari daging dilansir dari laman resmi British Nutrition Foundation seperti, buah-buahan seperti beri, pir, melon dan jeruk. Jangan lupa untuk mengonsumsi sayuran seperti brokoli, wortel, jagung manis dan kentang.
Mengonsumsi kacang kacangan yang merupakan makanan tinggi serat juga dapat menjadi pilihan, seperti kacang polong, buncis dan kedelai. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi banyak air juga, dapat menambah asupan serat dan dan mampu mencegah gejala gejala yang ditimbulkan dari konsumsi daging.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Prabowo menargetkan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi akhir 2026 dan pembangunan 1.582 kapal ikan modern dimulai pada 2027.
Sekolah mahal belum tentu menjamin kesuksesan anak. Riset terhadap keluarga pengusaha sukses menemukan lima karakter utama yang justru lebih menentukan masa dep
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengajak warga mengawasi revitalisasi sekolah swakelola agar pembangunan sesuai kebutuhan.
Pemerintah mengalokasikan Rp820,9 triliun untuk pendidikan pada RAPBN 2027, termasuk PIP, KIP Kuliah, MBG, dan Sekolah Garuda.
Instagram resmi mengganti logo teks atau wordmark setelah 10 tahun. Desain baru menuai pro dan kontra karena banyak pengguna salah membaca tulisan Instagram men
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat