Aturan Gaji untuk Kepala Daerah Bakal Direvisi
Mendagri Tito Karnavian menyebut aturan gaji kepala daerah yang berlaku sejak 2000 akan direvisi agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi dan kinerja daerah.
Dinar Candy. /Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Di bulan Ramadan, umat Islam melaksanakan puasa dan berlomba-lomba dalam ibadah. Hal ini rupanya membuat artis Dinar Candy bingung.
Penyebabnya, DJ yang terkenal seksi ini biasa mengunggah konten yang menonjolkan tubuh seksinya. Di bulan Ramadan, ia pun mengaku bingung mengunggah foto atau video di Instagram. Dinar Candy mengakui, foto-foto yang dimilikinya kebanyakan berpenampilan seksi.
"Bingung deh mau upload apa. Di galeri, semua foto bajunya kurang bahan," tulis Dinar Candy dalam unggahannya di Instagram.
Baca juga: Sudah Jalani Lebih dari 20 Kali Wajib Lapor, Gisel Mengaku Terbiasa dan Bersyukur
Di bagian caption, artis 28 tahun yang ayahnya seorang guru ngaji ini menambahkan, "Umi cari Gamis dulu kali ya."
Unggahan Dinar Candy kemudian mendapatkan respons dari warganet dan sejumlah artis. Mereka pun turut tertawa dengan pengakuan artis yang sempat heboh karena menjual bra dan celana dalamnya.
Baca juga: Fedi Nuril Jelaskan Karakternya di Film Surga Yang Tak Dirindukan 3
"Ya suda fotonya upload di Spotify aja," kata Gofar Hilman meledek.
"Kan bisa upload foto Ustad Aldi Taher," kata akun @agusnahakagusnahak dengan emoticon tertawa.
"Sementara pake hijab dulu bund, ntar malam nggak pakai baju nggak apa-apa," timpal akun @sihab._____.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Mendagri Tito Karnavian menyebut aturan gaji kepala daerah yang berlaku sejak 2000 akan direvisi agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi dan kinerja daerah.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.
Dinkes Kota Jogja menargetkan 3.146 anak menerima vaksin HPV pada BIAS 2026. Tahun ini, imunisasi juga menyasar anak laki-laki kelas 5 SD.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.