Pemain PSIM Asal Argentina Pulga Vidal Rayakan Natal di Jogja
Pulga Vidal merayakan Natal 2025 di Yogyakarta bersama keluarga. Pemain PSIM itu tetap menjaga profesionalisme meski libur Natal.
Ilustrasi work from home/istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Di masa pandemi Covid-19, banyak aktivitas dibatasi, salah satunya bekerja. Banyak pekerja harus melakukan pekerjaan dari rumahnya atau work from home (WFH). Generasi milenial umumnya merasa sangat kesulitan untuk bekerja dari jarak jauh.
Padahal, seiring pandemi berlanjut, banyak perusahaan dan bisnis masih menerapkan model kerja-dari-rumah. Dengan meningkatnya ketergantungan pada teknologi, kaum milenial menghadapi masalah kesehatan dan kurangnya fokus dalam bekerja.
Berikut alasan mereka kurang menyukai WFH seperti dilansir dari Times of India:
1. Merasa kurang Produktif Selama WFH
?Generasi milenial menghadapi masa sulit dengan bekerja dari rumah. Mereka merasa kurang terhubung dengan tim dan atasan mereka dan menghadapi kesulitan dalam mencoba berkomunikasi secara tepat dengan rekan kerja mereka. Koneksi virtual mungkin terbukti efisien dalam situasi tertentu, tetapi sama sekali tidak efektif untuk milenial, terutama ketika berinteraksi dengan tim mereka dengan mudah.
2. Meningkatkan perasaan cemas
Telah dilaporkan bahwa kaum milenial merasa jauh lebih cemas dan terkuras energinya saat harus bekerja dari rumah. Kurangnya komunikasi mereka menimbulkan kecemasan, keraguan diri, tanda-tanda depresi dan masalah harga diri. Sebagian besar dari mereka sangat meragukan kemampuannya sebagai individu pekerja karena seringkali mereka tidak mendapatkan status laporan pekerjaannya.
3. Tidak bisa mendapatkan bimbingan di saat-saat genting
?Dapat dimengerti bahwa manajer tim dan atasan tidak dapat berada di sekitar setiap saat untuk menjaga kesejahteraan karyawannya karena tekanan dan permintaan akan pekerjaan lebih tinggi dibandingkan dengan pekerjaan fisik kantor. Namun, kaum milenial menghadapi beban paling berat karena mereka tidak memiliki sosok penuntun yang dapat membantu mereka ketika keadaan menjadi sulit di pihak mereka. Mereka tidak dapat berkomunikasi secara bebas dengan manajer mereka.
4. Domain kerja tidak cukup baik
Generasi milenial memiliki masalah yang lebih besar saat bekerja dari rumah, karena bagi sebagian orang, tinggal di rumah sepanjang waktu bersama keluarga dapat menjadi ancaman serius bagi privasi mereka yang sangat dibutuhkan. Lebih lanjut, mereka mungkin berdesakan di ruangan kecil yang bekerja sepanjang hari untuk memenuhi tuntutan produktivitas yang lebih tinggi di tempat kerja.
Studi di seluruh dunia menunjukkan bahwa kaum milenial menghadapi masalah terbesar dalam beradaptasi dengan lingkungan terpencil mereka, dengan orang tua dan keluarga menghalangi kemandirian dan kebebasan mereka. Sederhananya, \'rumah mereka membuat mereka gila.\'
5. Kebutuhan untuk merasa terkendali
?Terjebak di rumah mereka, dan karena komunikasi yang tidak memadai dengan teman sebaya, kaum milenial ini membenci perasaan tidak memegang kendali. Generasi dewasa ini memiliki kebutuhan yang lebih tinggi untuk mengontrol tetapi karena gangguan di lingkungan mereka saat ini, mereka kehilangan fokus dan konsentrasi. Mereka menganggap periode ini sebagai momen krisis di mana mereka kehilangan tahun-tahun puncak aktivitas dan produktivitas kerja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pulga Vidal merayakan Natal 2025 di Yogyakarta bersama keluarga. Pemain PSIM itu tetap menjaga profesionalisme meski libur Natal.
DPP Kota Jogja periksa 1.718 hewan kurban jelang Iduladha 2026. Semua dinyatakan sehat dan layak dijual di pasar tiban.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.